ANDA THERMOMETER ATAU THERMOSTAT?

Success Tips diambil dari buku “SANG MOTIVATOR PEMBEBAS” terbitan Gramedia

Author: Johanes Lim, Ph.D, CPC, CHt

WA: 0857 8017 3862

www.indonesia-inc.com

 

 

 

ANDA THERMOMETER ATAU THERMOSTAT?

 

Are you a thermometer or a thermostat? A thermometer only reflects the temperature of its environment, adjusting to the situation. But a thermostat initiates action to change the temperature in its environment.

Nido Qubein

Apakah Anda thermometer atau thermostat? Thermometer hanya merefleksikan temperatur lingkungannya, dan berubah sesuai situasi. Tapi thermostat mengambil aksi untuk merubah temperatur lingkungannya

Nido Qubein

 

Nido Qubein mengambil analogi yang bagus dengan thermometer dan thermostat.

Sama seperti thermometer yang hanya mengukur dan menampilkan temperatur disekitarnya, tanpa inisiatif atau kemampuan merubah; demikian juga dengan banyak sifat dan prilaku manusia yang seperti thermometer:

  • Pasif dan tidak perdulian, serta safety player. Kalau lingkungannya marginal, ya dia ikut menjadi marginal. Kalau lingkungannya malas, maka ia ikut menjadi pemalas. Kalau lingkungannya korupsi, maka ia ikut menjadi koruptor. Kalau lingkungannya penjinah, maka ia ikut menjadi penjinah. Kalau lingkungannya buruk, maka ia ikut menjadi buruk.
  • Ia juga akan ikut menjadi baik, jika lingkungannya berubah baik.

Pokoknya, orang tipe thermometer adalah orang yang pasif dan reflektif saja.

Kalau orang banyak berteriak “Setujuuuu”, maka iapun akan berteriak, “Setujuuuu”

Sedangkan jika orang banyak berteriak “Tidak setujuuuuu”, maka iapun akan berteriak “Tidak setujuuuuu”.

Ibaratnya: Datang tidak menambahi. Pergi tidak mengurangi.

 

Kalau Anda perhatikan, orang model thermometer ini sangat luar biasa banyak, disegala kalangan dan domain; baik dikehidupan sosial, budaya, keagamaan, politik, maupun bisnis.

“Manusia Bunglon” adalah julukan yang mirip dengan “Manusia Thermometer”.

Ketika menghadiri pertemuan (agama, sosial maupun bisnis), mereka akan duduk dikursi bagian belakang. Hanya bisa duduk dengan mulut terkunci dan mata berkeliling, serta kepala kosong.

Kalau tidak ditanya, tidak akan keluar suara.

Jika ditanya, hanya keluar suara apa adanya, tanpa makna.

Mereka mengaggap “Silent is golden”, padahal “Silent is mute!”

Sungguh celaka perusahaan yang mempunyai banyak stock orang tipe thermometer!

 

Sedangkan analogi orang tipe thermostat, adalah orang yang pro-aktif berpikir dan merancang perubahan, serta berinisiatif untuk mengkomandoi agar perubahan terjadi sesuai rencana.

Seperti thermostat, kalau telah diatur agar suhu temperatur menjadi 180 derajat celsius, maka secara bertahap dan kontinyu, ia akan mengubah dirinya dan lingkungannya agar terjadi sesuai target.

 

Orang tipe thermostat nampak menyolok, menonjol, ibarat pelita dihari gelap. Ia akan secara konsisten berpikir, berencana, berkomunikasi, bertindak, dan memonitor, agar lingkungannya berubah menjadi sebagaimana yang diharapkannya.

Sebagai perencana dan pemikir, ia adalah orang yang selalu mempersiapkan segala sesuatu secara sistematis dan “in advance”; jauh hari sebelum acara dimulai, ia telah membekali dirinya dengan gagasan kongkrit, dokumen pendukung, maupun cadangan opsi darurat; dan ketika sedang dalam acara (pertemuan misalnya), ia akan mengambil posisi ditempat yang paling strategis, agar mudah berkomunikasi dengan segala orang yang ada; ia akan mengambil inisiatif bertanya atau berpendapat; ia akan mengungkapkan fakta, hasil risetnya; ia akan melontarkan buah pikirannya, apakah berupa terobosan solutif, ataupun ide inovatif.

 

Ketika ada yang bertanya, ia akan menjawab secara lugas.

Ketika ada yang mendebat, ia akan memberikan argumentasi logis

Ketika ada yang skeptis, ia akan meyakinkan dengan bukti dan premis yang telah dipersiapkannya jauh hari

Orang tipe thermostat bisa mengubah lingkungannya, bisa mempengaruhi orang lain, bisa mewujudkan keinginannya, bisa mencapai targetnya; bukan karena ia bernasib baik; bukan karena ia super hebat; bukan karena lingkungannya lemah dan atau bodoh.

Ia bisa berhasil, karena ia berinisiatif dan mempersiapkan diri dengan matang untuk berhasil!

Tidak ada keajaiban pada keberhasilannya

Itu hanyalah pemenuhan logis dari hukum “tabur tuai”

Sama seperti orang akan mendapat jawaban ketika bertanya

Orang akan dibukakan pintu ketika mengetok pintu

Orang akan menemukan ketika mencari

Maka konsekwensi logis, waras dan manusiawi adalah bahwa orang tipe thermostat akan bisa mengubah lingkungannya; karena ia yang “take charge” mengambil langkah untuk mengubahnya!

 

Mengapa lingkungannya mau berubah?

Mengapa lingkungannya bisa diubah?

  • Dari sisi Massa (lingkungan) yang diubah, hal itu dikarenakan mereka melihat hal logis, solusi pragmatis, irresistible offer dari orang tipe thermostat
  • Dari sisi tipe thermostat yang mengubah, hal itu semata mata karena adanya inisiatif, persiapan, determinasi, keberanian, dan aksi untuk menyampaikan perubahan!

Karena tidak ada opsi lain yang lebih baik dari yang ditawarkan oleh tipe thermostat, maka sangat wajar jika terjadi aklamasi persetujuan

 

Jadi saudaraku, banyak kali dari fenomena kehidupan –bahkan yang dinamakan mujizat-, sesungguhnya bukanlah keajaiban. Itu hanyalah akibat dari sebab. Nampak hebat dan ajaib, karena dipersiapkan secara matang, dan dipresentasikan secara diluar kebiasaan umum.

Bayangkan, ditengah kerumunan massa yang bertipe thermometer, yang pasif, yang sekedar meramaikan suasana seperti “tumpukan sayur”, tampil seseorang bertipe thermostat yang berinisiatif dan memberikan gagasan inovatif kongkrit; maka ibarat lampu dimalam hari, orang tipe thermostat akan tampil seperti superhero.

Tidak ada pilihan lain bagi massa thermometer kecuali berteriak “Setujuuuuuuu” kepada usulan orang tipe thermostat

 

So, jadilah orang tipe thermostat. TAKE LEAD! MAKE THINGS HAPPEN!