MANFAAT TANTANGAN HIDUP

Success Tips diambil dari buku “SANG MOTIVATOR PEMBEBAS” terbitan Gramedia

Author: Johanes Lim, Ph.D, CPC, CHt

WA: 0857 8017 3862

www.indonesia-inc.com

 

 

MANFAAT TANTANGAN HIDUP

Life’s challenges are not supposed to paralyze you; They’re supposed to help you discover who you are.

Bernice Johnson Reagon

Tantangan hidup bukanlah untuk membuat Anda lumpuh; melainkan untuk menolong Anda menemukan siapa diri Anda sebenarnya

Bernice Johnson Reagon

 

Dibuku “NO PAIN NO GAIN” saya menulis dalam salah satu bab tentang “Hidup Tidak Seindah Puisi”, yang mengungkapkan bahwa hidup ini lebih banyak dukanya daripada sukanya; lebih banyak tidak enaknya dibandingkan enaknya; bahkan sering terjadi fakta hidup tidak seperti yang diajarkan kitab suci, bahwa seringkali kebaikan kita tidak berbuahkan kebaikan melainkan kerugian, bahwa “Menabur belum tentu menuai”

 

Namun pengalaman hidup mengajarkan saya bahwa kesulitan dan penderitaan –jika ditanggapi secara positif dan waras-, sebenarnya mempunyai manfaat yang jauh lebih besar, dibandingkan dengan kesenangan dan kemudahan hidup.

Penderitaan dan kesulitan hidup ibarat gurinda yang menajamkan besi, membuat kita menjadi pribadi yang kuat, tabah, sabar, tekun, bijaksana, dan toleran…. serta bisa mengucap syukur dalam segala perkara

 

Kesulitan membuat “Survival Spirit” kita bangkit dan membesar; membuat kita lincah dalam berpikir dan bekerja keras, guna mencari solusi, terobosan, agar bisa keluar dari kesulitan.

Ibarat orang sekolah, setelah belajar dan ujian, maka akan lulus kejenjang yang lebih tinggi; demikian seterusnya, sampai menjadi “sarjana”

 

Karena sering bergumul dengan kesulitan, kita juga sering merenung, introspeksi, meditasi, guna mencari jawaban: Mengapa semua ini terjadi? Bagaimana cara mengatasinya? Bagaimana cara mencegahnya?

Minimal, kita akan bisa lebih mudah menemukan, mengeksplorasi dan mengeksploitasi semua talenta dan potensi diri kita untuk survive.

Bisa saja, kita pun akan mendapatkan “pencerahan spiritual” yakni kesadaran bahwa kita memerlukan kuasa dan anugerah dari “sesuatu” yang jauh lebih hebat dari kita, yang mau dan mampu menolong dan melindungi kita.

Seringkali kesusahan dan bencana membuat manusia menjadi lebih dekat dengan TUHAN; mengharapkan kasih karunia dan kemurahanNYA

 

Tempaan kesulitan hidup membuat kita menjadi lebih bijaksana, lebih punya emphati terhadap sesama, lebih toleran, serta lebih mempunyai belas kasihan untuk menolong orang lain; karena kita tahu betapa beratnya hidup didalam pencobaan, dan betapa berharganya uluran tangan dan kemurahan orang lain ketika kita dalam lembah kekelaman

 

Sebaliknya, orang yang terlahir dikeluarga kaya raya, dan dibesarkan dengan penuh kelimpahan dan kemudahan hidup, akan bertumbuh menjadi pribadi yang lemah.

Saya bukan sedang berasumsi atau omong kosong. Silahkan Anda perhatikan dan buktikan sendiri dalam kehidupan sehari hari:

  • Anak yang dimanja dan diproteksi oleh orang tuanya, sehingga tidak tahu apa yang namanya kesusahan, maka tidak akan mengenal arti perjuangan hidup.
  • Ketika manusia tidak tahu apa arti perjuangan hidup, maka ibarat pisau yang tidak pernah dipergunakan; akan berkarat dan tumpul; seperti perangkat elektronik yang tidak dinyalakan, akan merusak IC nya.
  • Orang itu akan hidup bagai biduk ditengah samudera, tidak tahu mau kemana, dan tidak tahu harus melakukan apa, karena ia telah melanggar fitrahnya sebagai manusia!

 

Anak yang dimanja, hampir pasti akan tumbuh menjadi manusia dewasa yang lemah, mudah menyerah, mengidap perasaan tidak berharga terselubung, arogan, egois, tidak toleran, dan tidak menyenangkan!

Perhatikan: biasanya mereka akan malas belajar, malas bekerja, gemar foya foya; dan berkemungkinan besar akan menjadi pecandu narkoba, sex bebas, dan judi!

 

Mari saudaraku, jadilah pejuang, jadilah petarung, dan jadilah pemenang! Kesulitan tidak perlu dicari; namun jika mereka datang, pantang dihindari. Atasi, kalahkan, dan manfaatkan untuk menjadikan kita manusia yang lebih bijaksana, dan lebih berguna bagi sesama