INGIN MENDAPAT? BERILAH!

Success Tips diambil dari buku “SANG MOTIVATOR PEMBEBAS” terbitan Gramedia

Author: Johanes Lim, Ph.D, CPC, CHt

WA: 0857 8017 3862

www.indonesia-inc.com

 

 

INGIN MENDAPAT? BERILAH!

 

Some people give time, some money, some their skills and connections, some literally give their life’s blood. But everyone has something to give.

Barbara Bush

Beberapa orang memberikan waktu, beberapa memberikan uang, beberapa memberikan keahlian dan koneksi, beberapa memberikan darahnya. Tetapi setiap orang mempunyai sesuatu untuk diberikan

Barbara Bush

 

 

Seperti yang saya tulis dalam kata pengantar didepan bahwa kita sebagai anak bangsa haruslah melakukan “Keperdulian Sosial”, khususnya diwaktu sebagian besar rakyat Indonesia hidup dalam kesukaran dan penderitaan yang bertubi-tubi dan multi dimensional.

 

Kalau ada yang mengatakan bahwa, “Saya tidak bisa memberi, melainkan perlu diberi”, maka saya perlu mengingatkan bahwa, ANDA BISA MEMBERI! DAN ANDA HARUS MEMBERI TERLEBIH DAHULU, SEBELUM MENGHARAP UNTUK DIBERI!

Mengapa?

 

  1. Pertama, saya yakin bahwa Anda masih bisa memberi dari apa yang Anda miliki. Jika Anda tidak punya uang, maka Anda bisa memberikan keterampilan, atau tenaga Anda, atau waktu Anda. Bahkan Anda bisa menjadi pendonor darah.
  • Jadi sesungguhnya tidak ada alasan bagi siapapun untuk tidak bisa memberi sesuatu, jika ia mau
  1. Kedua, sifat dan prilaku memberi terlebih dahulu, merupakan karakter yang baik, positif dan mulia. Kalau kita melatih diri kita untuk berani “menabur” terlebih dahulu sebelum mengharapkan “menuai hasil”, maka akan terbangun suatu Mindset dan karakter yang kuat dan berguna
  2. Ketiga, seturut hukum “Tabur tuai”, maka sudah selayaknya orang yang terbiasa untuk memberi terlebih dahulu, yang berani menabur benih, akan menuai hasilnya.

 

Kita, sebagai masyarakat dan sebagai bangsa yang begitu besar –baik dalam jumlah penduduk maupun dalam wilayah geografis- bisa menderita krisis multi dimensi terpanjang dibandingkan negara manapun yang sederajat, salah satunya adalah karena langkanya “Sifat memberi”.

Kita, baik orang atas maupun orang bawah, orang besar maupun orang kecil, cenderung untuk meminta, bahkan mengambil, terlebih dahulu!

 

Jadi, jika yang dipikirkan orang hanyalah meminta dan mengambil, lantas siapakah yang akan memberi?

Jika yang banyak adalah “Pengemis” dan “Penjarah”, bagaimana cara kita mengenyahkan kemiskinan dan memeratakan kesejahteraan?

Janganlah terlalu muluk, dan juga jangan munafik. Mulailah memberi, dari apa yang ada pada kita, SEKARANG!

Biarkan hukum rohani “tabur tuai” berlaku. Dan ingatlah, seperti ada tertulis bahwa, “Terlebih bahagia dalam memberi daripada menerima”