MENJADI POHON BESAR

Success Tips diambil dari buku “SANG MOTIVATOR PEMBEBAS” terbitan Gramedia

Author: Johanes Lim, Ph.D, CPC, CHt

WA: 0857 8017 3862

www.indonesia-inc.com

 

 

 

MENJADI POHON BESAR
Catatan pribadi Johanes Lim

 

Usia saya 57 tahun, dan sudah lebih 22 tahun menjadi pelatih konsultatif dibanyak perusahaan berbagai skala dan jenis industri, dan tentunya bertemu dengan entah berapa banyak orang yang menjadi Clients.
Saya mengajar tentang strategi dan program sukses kaya, baik untuk pribadi, karier, maupun bisnis.

Saya senang ketika mendapat WA, email, atau telpon langsung dari Peserta ataupun pembaca buku saya, yang mengungkapkan, “Saya berterima kasih atas pengajarannya, sehingga kualitas hidup saya menjadi lebih baik, lebih sukses kaya, dan lebih berbahagia!”
Saya senang, namun masih jauh dari puas. Masih sangat banyak harapan saya terhadap kebergunaan kemanusiaan yang belum terwujud dan masih sangat banyak orang yang membutuhkan pertolongan, yang belum bisa saya tolong.

Seperti yang saya ajarkan melalui seminar maupun buku, bahwa saya ingin KITA SEKALIAN memahami kodrat kita, dan tujuan mengapa kita terlahir sebagai manusia.

Kita tidak ada secara kebetulan. Kata Einstein, “TUHAN tidak bermain dadu!”.

Seperti pohon, kodrat kita adalah untuk bertumbuh, membesar, dan bermanfaat optimal. Seberapa tinggi pohon boleh tumbuh? Seberapa besar pohon boleh tumbuh?

Ya setinggi mungkin, dan sebesar mungkin, sesuai dengan kodrat masing-masing.
Yang perlu dipertanyakan bukanlah seberapa besar atau seberapa tinggi pohon perlu tumbuh, melainkan UNTUK APAKAH POHON TUMBUH MENJADI BESAR DAN TINGGI?

Menurut Johanes Lim, dan menurut kodrat ilahi, tujuan pohon menjadi besar adalah, agar pohon menjadi lebih berguna.

Sebagai pohon besar, ia bisa bermanfaat untuk banyak makhluk untuk berteduh dari panas terik atau angin hujan; juga untuk tempat bersarang dan berlindung; juga untuk menghidupi makhluk lain yang membutuhkan daun, bunga, atau buahnya.

Itulah tujuan dan manfaat, serta kodrat dari MENJADI POHON BESAR!

Jika pohon besar tidak bisa memberi manfaat seperti itu, maka sesungguhnya ia telah bersalah terhadap kodratnya. Sungguh percuma alam telah menganugerahinya talenta dan kodrat menjadi pohon besar!

 

BUKAN BERAPA LAMA KITA HIDUP, MELAINKAN BAGAIMANA KITA TELAH HIDUP

MENJADI POHON BESAR adalah analogi MENJADI ORANG YANG SUKSES KAYA.

Hampir setiap orang normal, pasti ingin sukses kaya; bahkan ada cukup banyak orang yang sangat berambisi menjadi kaya, sehingga menghalalkan cara untuk mencapainya; apakah dengan menipu, merampok, korupsi, menjual diri, menjual narkoba, dan sejenisnya
Sebagian orang lagi berjuang keras dijalan “halal”, apakah menjadi profesional, pengusaha, ataupun pejabat; dan akhirnya juga berhasil menjadi orang kaya raya.

Pertanyaan saya:

  • Setelah menjadi orang kaya raya, apakah yang biasanya dilakukan oleh mereka?

Ya, secara umum adalah memuaskan dan menyenangkan diri dan keluarganya sendiri.

Ada yang mempertontonkan kehidupan ala “Jetset”; setiap malam menghamburkan uang puluhan juta Rupiah untuk pesta pora bersama kalangan “The Have” lainnya.

Kalau kita bandingkan, untuk biaya pesta mereka semalam per-orang, ekuivalen dengan penghasilan buruh selama 3 tahun sampai belasan tahun!!!

Johanes Lim tidak cemburu atau ingin melarang orang seperti itu untuk menghamburkan uangnya, karena itu toh milik mereka dan hak mereka; namun saya hanya ingin mengingatkan… APAKAH ITU TUJUAN TUHAN MENJADIKAN ANDA KAYA RAYA?

Apakah itu tujuan pohon menjadi besar?

Jika kita sedang sendirian; ketika kita tidak perlu pamer ataupun gengsi dengan siapapun juga; ketika kita hanya berdua, diri kita dan TUHAN…….. APAKAH KITA TELAH MENJALANI KODRAT KITA MENJADI POHON BESAR YANG BERGUNA BAGI BANYAK MAKHLUK LAIN???

Jika belum, mengapa tidak kita mulai dari sekarang?

MARI, JADILAH POHON BESAR!

Mari sahabatku dan saudaraku, kita bersama-sama, kembali kekodratnya, MENJADI POHON BESAR.

Mari kita berpartisipasi secara proaktif menjadi saluran berkat dan rakhmat, menjadi “kepanjangan tangan TUHAN”, untuk melindungi, mengayomi, menolong, dan memberi makan kepada saudara saudari kita yang membutuhkan; ada seratusan juta jiwa saudara sebangsa dan setanah air Indonesia yang hidup dibawah garis kemiskinan, yang sangat membutuhkan keperdulian dan kasih serta bantuan kita.

Uang dan kekayaan adalah penting, dan berguna, serta mutlak harus kita miliki; namun seyogyanya, bukan hanya untuk kita tumpuk sampai entah berapa banyak, karena itu menyalahi kodratnya.
Kelimpahan uang adalah diperuntukkan bagi penyaluran berkat, agar seperti got atau kanal, tidak mampat, agar tidak berbau! Ada masuk harus ada keluar. Masuk banyak keluar banyak. Itulah sirkulasi dan hukum hidup, seperti ada tertulis, “Siapa banyak memberi, akan ditambah sampai berkelimpahan”

Coba bayangkan, berapa banyak anak anak terlantar yang akan bisa bersekolah; berapa banyak orang miskin disekitar kita yang tertolong hidupnya; berapa banyak orang yang putus asa yang bisa mempunyai pengharapan lagi…… karena ada “Pohon Besar” seperti Anda yang menyisihkan sebagian kecil dari kekayaannya untuk mereka, saudara saudari kita sebangsa setanah air, sesama manusia!
Percayalah, bahwa apa yang Anda tabur, akan Anda tuai kembali, berlipat ganda. Karena orang miskin tidak bisa membalas kebaikan Anda, maka TUHAN lah yang akan membalasnya.

Dengan demikian, Anda dan kekayaan Anda telah menjalani fitrahnya, kodratnya, “MENJADI POHON BESAR”, sehingga bagi orang seperti itu berlaku, “Dibumi hidup bahagia kaya raya, dan ketika mati masuk Sorga, mendapat Mahkota Kemuliaan!”, suatu perjalanan hidup yang membanggakan, dan tidak sia-sia!

TUHAN tidak percuma menciptakan Anda dan saya, bukan karya kodian, melainkan “Masterpiece”!

 

Saya hanya mengingatkan bahwa “Tangan diatas lebih enak dari tangan dibawah”, dan satu lagi: Jangan menunda perbuatan baik, karena “esok mungkin terlambat!”

 

Sejak tahun 2000, saya telah menulis dalam buku “JUST DUIT” yang diterbitkan oleh Gramedia, bahwa masyarakat dan negara kita memerlukan program percepatan kesejahteraan yang saya namakan “COMMUNITY SUPPORT CENTER” dan “ENTREPRENEUR SUPPORT CENTER”; namun yang sampai saat ini belum bisa saya wujudkan karena memerlukan dana dan team yang lumayan besar.
Padahal, jika kita terapkan, persoalan fundamental crucial negara kita seperti kebodohan dan kemiskinan, akan teratasi dengan cepat dan mudah! Saya berdoa, agar kiranya TUHAN menumbuhkan banyak “POHON BESAR” yang bersedia menjalani kodratnya, menjadi kebergunaan yang optimal.

 

HIDUP HANYA SATU KALI. NAMUN JIKA DIJALANI DENGAN BENAR, MAKA SATU KALI ITUPUN LEBIH DARI CUKUP
Jika Anda ingin menjadi “Pohon Besar”, namun tidak tahu harus memulai dari mana, atau melakukan apa yang memberi makna dan kebergunaan terbesar dan tercepat, Anda boleh email saya: doctorjohaneslim@gmail.com