PERANAN SIKAP MENTAL

Success Tips diambil dari buku “SANG MOTIVATOR PEMBEBAS” terbitan Gramedia

Author: Johanes Lim, Ph.D, CPC, CHt

WA: 0857 8017 3862

www.indonesia-inc.com

 

 

PERANAN SIKAP MENTAL

 

Nothing can stop the man with the right mental attitude from achieving his goal; nothing on earth can help the man with the wrong mental attitude.

Thomas Jefferson

Tidak ada apapun yang bisa menghentikan orang dengan sikap mental yang benar untuk mencapai tujuannya; Tidak ada apapun dimuka bumi ini yang dapat menolong orang dengan sikap mental yang keliru

Thomas Jefferson

 

 

Sebagai Presiden Amerika ketiga, Thomas Jefferson pasti sangat paham betapa penting dan vitalnya peranan Sikap Mental (Mindset) terhadap kesuksesan ataupun kegagalan seseorang.

Sikap Mental (Mindset) adalah “orangtua” dari perbuatan.

Saya katakan “orangtua”, karena memang seperti ayah dan ibu.

Mindset terbentuk dan membentuk gabungan (kombinasi) antara kepercayaan, emosi, dan pikiran; yang kemudian melahirkan buah pikiran, perkataan, tindakan, kebiasaan, karakter, dan “nasib”, yakni hasil positif atau negatif; kesuksesan atau kegagalan; kekayaan atau kemiskinan; kepandaian atau kebodohan; kerajinan atau kemalasan; kebaikan atau kejahatan; masuk sorga atau neraka!

 

Karena Mindset terbentuk sejak manusia dalam kandungan, melalui transfer pikiran dan emosi; dan terus berlanjut secara konsisten dari lingkungan (orangtua, sanak keluarga, teman, pergaulan, masyarakat) serta masukan pancaindera (pendidikan, bacaan, tontonan, pengalaman hidup, apa saja), maka bisa dikatakan bahwa Mindset nyaris bersifat fundamental, esensial, dan sulit diubah; baik ataupun buruk, nyaris permanen.

 

Jadi saudaraku, melihat bagaimana cara Mindset terbentuk dan membentuk manusia, maka bisa dibayangkan berapa susahnya untuk mengubah Mindset, jika sudah kepalang buruk.

Kita harus merubah Kepercayaan, Pemikiran, dan Emosi kita secara serentak sekaligus, jika ingin mengubah Sikap Mental.

Itulah sebabnya kita (apalagi Motivator) sering merasa frustrasi dan putus asa jika harus mengubah orang yang bermental negatif, agar menjadi positif.

 

Problem utama mengapa mengubah Sikap Mental menjadi sulit adalah karena orang yang buruk, tidak merasa bahwa dirinya buruk!

Ibaratnya seperti orang yang bekerja sebagai pemulung sampah, yang setiap hari bergulang-gulung dengan sampah di tempat pembuangan sampah, tidak lagi merasa sampah itu bau; juga tidak lagi merasa bahwa tubuhnya bau, walaupun orang lain sudah mencium bau tak sedap dari jarak beberapa meter, mengapa?

Karena bau sampah dan bau dirinya telah menyatu, sehingga indera penciumannya telah kebal.

Hampir sama dengan orang yang makan durian, atau makan petai; sekalipun orang yang berdekatan merasa kebauan ketika ia berdahak, namun dirinya sendiri tidak merasa bau, mengapa?

Karena bau dan dirinya telah menyatu!

 

Demikian juga dengan orang yang mempunyai Sikap Mental negatif, seperti malas misalnya. Orang itu tidak merasa bahwa dirinya malas. Tidak merasa bahwa kemalasannya telah merugikan dan menjengkelkan orang lain! Mengapa?

Karena malas dan dirinya telah menjadi satu; sehingga dia tidak lagi bisa membedakan mana yang malas dan mana yang bukan!

Sehingga, sekalipun orang itu ditegur berulang kali –bahkan dimaki sekalipun-, tidak merasa bahwa ada persoalan dengan dirinya. Dia malahan merasa jengkel kepada orang yang menegurnya, karena dianggap cerewet atau kejam!

Sekalipun ia sampai dipecat dari pekerjaannya karena malas, ia tidak merasa bersalah; malahan merasa didzolimi!

 

Kalau Anda merasa sangsi dengan uraian saya diatas, cobalah Anda uji terhadap pembantu rumah tangga Anda, atau buruh dan karyawan Anda; yang selama ini bersikap negatif dan atau merugikan Anda.

Tanyalah apakah mereka merasa ada yang kurang atau ada yang salah atau tidak terhadap standar kinerja yang disepakati sebelumnya.

Mereka pasti akan menjawab, “Tidak, memangnya kenapa?”

Andaikan Anda dapat membuktikan –atau menangkap basah kesalahan mereka-, dan mengkonfrontasinya dengan jawaban mereka sebelumnya, maka mereka akan memasang muka innocent sambil berseru, “Masyaaaa…., kok bisa gitu yah? Saya kira sudah beres?!”

 

Coba renungkan:

Mereka bodoh, pura pura bodoh, naif, tidak sengaja, atau jahat?!

Saya sudah menyelidikinya:

Mereka BUKAN BODOH, dan BUKAN NAIF!

Mereka sesungguhnya cerdik, dan cerdas, selama untuk kepentingan mereka.

Hasil kerja dan prilaku mereka bisa buruk, bukan karena mereka secara teknis tidak mampu, melainkan karena secara mental mereka tidak mau. ITU PERSOALAN MINDSET!

 

Dan sayangnya, itulah persoalan utama dan terbesar dari kebanyakan negara miskin dan sedang berkembang: sukar maju, bukan karena rakyatnya bodoh, melainkan karena Sikap Mental rakyatnya tidak kondusif terhadap produktivitas, prestasi, kehormatan, dan kemuliaan.

 

Itulah sebabnya dibuku saya “BUSINESS DOCTOR” yang diterbitkan oleh Gramedia, saya berani menjamin bahwa PROFIT ANDA DOUBLE DALAM 90 HARI, dengan cara melipat tigakan produktivitas dan motivasi kerja SDM perusahaan Anda, dengan menerapkan Manajemen Meritokratis dan Pemrograman Ulang Pikiran Bawah Sadar karyawan.

  • Saya yakin bahwa SDM kita tidak bodoh.
  • Produktivitas mereka rendah bukan karena mereka bodoh, melainkan karena mereka tidak mau memacu dirinya.
  • Mereka tidak mau produktif karena Sikap Mental yang keliru tentang makna kerja dan hidup
  • Sehingga, ketika mereka di “tobatkan”, melipat duakan produktivitas mereka adalah sangat gampang; melipat tigakan mudah; dan melipat empatkan juga bisa!

 

Sekali lagi saudaraku:

Persoalan bukan di takdir, atau teknis, melainkan di Sikap Mental.

Itulah sebabnya Thomas Jefferson mengatakan bahwa, ”Nothing on earth can help the man with the wrong mental attitude”

 

Sebaliknya, ketika orang memiliki Sikap Mental Positif, yang bercaya bahwa menjadi orang sukses adalah hak dan kewajibannya, maka tanpa disuruh atau dimandori, orang itu akan berjuang (belajar dan bekerja) sekeras-kerasnya, secepat-cepatnya, dan se “gila gilanya” untuk berhasil; bukan demi orang lain, dan bukan karena keterpaksaan; melainkan karena dari dalam dirinya sendiri ada dorongan untuk menjadi orang hebat!

Jadi tidak mengherankan jika orang dengan Mindset Sukses pasti sukses, karena ”Nothing can stop the man with the right mental attitude from achieving his goal”

 

Adapun cara merubah Mindset agar menjadi positif ideal akan Anda temukan caranya disepanjang pelajaran ini, karena untuk tujuan itulah buku SANG MOTIVATOR ini saya buat