JANGAN SALAHKAN TUHAN ATAU SETAN

Success Tips diambil dari buku “SANG MOTIVATOR PEMBEBAS” terbitan Gramedia

Author: Johanes Lim, Ph.D, CPC, CHt

WA: 0857 8017 3862

www.indonesia-inc.com

 

 

JANGAN SALAHKAN TUHAN ATAU SETAN

 

The beauty of religious mania is that it has the power to explain everything. Once God (or Satan) is accepted as the first cause of everything which happens in the mortal world, nothing is left to chance or change.

Stephen King

Keindahan dari mania agama adalah ia mempunyai kuasa untuk menjelaskan segala sesuatu. Begitu TUHAN (atau Setan) diterima sebagai penyebab utama dari segala sesuatu yang terjadi didunia ini, maka tidak ada yang tersisa untuk kesempatan ataupun perubahan

Stephen King

 

 

Stephen King pasti sedang terkoneksi atau terpikir dengan paham yang mengajarkan bahwa segala sesuatu atau apa saja yang terjadi dalam kehidupan manusia ataupun dikolong langit ini, disebabkan atau telah ditentukan oleh TUHAN atau Setan!

Sehingga pengajaran seperti itu sepertinya “mengkebiri” peranan manusia, baik dalam hak maupun tanggung jawab, atas apa saja yang terjadi dan atau dilakukan oleh manusia!

Kalau manusia baik, itu bukan karena manusianya yang baik, tapi karena TUHAN yang menyebabkan demikian!

Kalau manusia jahat, itu bukan karena manusianya jahat, tapi karena Setan yang menyebabkan demikian!

 

Ha ha ha… memang terdengar absurd, kusut, dan ngawur!

Jangankan Stephen King, Johanes Lim saja merasa pengajaran seperti itu tidak beres!

Pengajaran itu bukan meninggikan TUHAN; dan bukan hanya merendahkan manusia; melainkan juga merendahkan TUHAN! Dan tentu saja merendahkan orang yang mengajarkannya!

 

Karena jika manusia, yang katanya diciptakan menurut rupa dan teladan TUHAN sendiri; yang diberi kuasa dan disuruh berkuasa atas bumi beserta seluruh isinya; namun tidak bertanggung jawab atas proses dan hasil perbuatannya!?

Aaahh…. saya tidak mau percaya, dan tidak bisa percaya!

Kalau pengajaran seperti itu benar, maka sudah dapat dipastikan bahwa TIDAK ADA TEMPAT BAGI KESEMPATAN ATAUPUN PERUBAHAN!

Manusia akan menjadi seperti robot, yang bergerak atau diam berdasarkan program. Baik atau buruk bukan lagi urusan dari manusia, karena toh dia hanya robot! Kalau mau menyalahkan, salahkanlah Programmer nya!

Pengajaran seperti itu juga menjadikan manusia hanya seperti buah catur. Apakah warna putih ataukah warna hitam yang akan menang, semuanya tergantung dari yang memainkannya; sama sekali bukan urusan dan tanggung jawab buah catur!!

 

Paham seperti itu hanya cocok bagi orang yang malas dan tidak berani bertanggung jawab; atau yang senang berdalih atau mencari “kambing hitam” atas perbuatannya.

Saya kira hanya pengecut yang tidak berani bertanggung jawab atas kehidupannya sendiri, baik ataupun buruk.

 

Menurut saya, yang benar adalah bahwa manusia menjadi “Nahkoda” atas bahtera kehidupannya sendiri, baik ataupun buruk; sehingga manusia bertanggung jawab secara penuh atas kebaikan maupun kejahatan yang diperbuatnya.

Manusia tidak berhak dan tidak patut menyalahkan TUHAN ataupun Setan atas kegagalan hidupnya, ataupun kejahatan yang dilakukannya; karena sesungguh-sungguhnya BUKAN TUHAN ATAU BUKAN SETAN YANG BERBUAT, MELAINKAN DIRINYA SENDIRI!

 

Menurut kepercayaan saya, TUHAN atau Setan hanya mempengaruhi manusia, agar bertindak sesuai anjuran; namun yang akan memilih dan menentukan apakah manusia akan menuruti anjuran itu ataukah tidak, 100% berada ditangan setiap manusia; sehingga rewards maupun punishments, 100% juga menjadi hak dan tanggung jawab setiap manusia! Itulah sebabnya agama samawi mengajarkan adanya Sorga dan Neraka. Sorga bagi manusia yang baik, suci dan melakukan kehendak TUHAN ketika dibumi. Sedangkan Neraka adalah untuk orang yang tidak taat kepada TUHAN, dan menjadi antek Setan.

Kalau manusia tidak berkuasa memilih dan menentukan perbuatannya sendiri, lantas untuk apa disediakan Sorga atau Neraka?

 

Percayalah saudaraku, baik TUHAN ataupun Setan TIDAK BOLEH MEMAKSA MANUSIA agar bertindak tanpa kehendak bebas; sebab jika TUHAN atau Setan melakukannya, maka itu adalah pelanggaran etika dan hukum rohani!

Karenanya, bagi kita manusia, selalu tersedia tawaran, kesempatan, pilihan: untuk menjadi orang baik, berguna dan takut akan TUHAN; atau menjadi orang jahat, dan antek Setan!?

Kita yang memilih, dan kita yang menanggung konsekwensinya!