PUJIAN VERSUS KRITIKAN

Success Tips diambil dari buku “SANG MOTIVATOR PEMBEBAS” terbitan Gramedia

Author: Johanes Lim, Ph.D, CPC, CHt

WA: 0857 8017 3862

www.indonesia-inc.com

 

 

PUJIAN VERSUS KRITIKAN

 

The trouble with most of us is that we would rather be ruined by praise than saved by criticism.

Dr. Norman Vincent Peale

Yang menjadi persoalan bagi kebanyakan kita ialah bahwa kita lebih suka dihancurkan oleh pujian, daripada diselamatkan oleh kritikan

Dr. Norman Vincent Peale

 

Kalau kita berani jujur, maka kita pasti lebih senang dipuji, dibandingkan dikiritik, bukankah demikian?

Kalau dipuji, hati merasa senang, bangga, dan puas

Sedangkan kalau dikritik, telinga terasa panas, hati jengkel, tidak puas

Itulah sebabnya kita sebagai manusia berjuang keras agar mendapat pujian, dan terhindar dari kritikan atau celaan; istilahnya, “at all cost”, kalau perlu pakai cara dusta, agar kita terlihat baik, dan dipuji!

 

Sebenarnya tidak ada yang salah dengan kesukaan kita akan pujian. Menurut saya itu bukan hanya manusiawi, melainkan juga ilahi!

Jangankan manusia……. TUHAN saja gemar dipuji! Bahkan menuntut pujian dari umatNYA! Bukankah demikian?

Mengapa?

Karena dipuji itu enak, asyik.

 

Namun sebagai manusia waras, dewasa dan bijaksana, seyogyanya kita mahfum akan 4 hal:

  1. Kalau TUHAN gemar dan menuntut pujian, itu adalah hal yang wajar dan layak, karena TUHAN sempurna, patut menerima segala pujian, hormat dan kemuliaan!
  2. Namun kita sebagai manusia, jauh dari sempurna, bahkan sarat dengan cacat cela dan kekhilafan; sehingga sangat tidak waras jika menuntut pujian dan menolak kritikan!
  3. Pujian bersifat menina-bobo-kan, seperti kebanyakan minum alkohol, membuat mabuk, mengurangi kewaspadaan, dan melemahkan, sehingga sesungguhnya beresiko mencelakakan! Orang yang dipuji menjadi lengah terhadap ancaman yang datang dari dalam maupun luar dirinya! Juga menutup kemungkinan terhadap perbaikan prilaku negatif, karena dia merasa baik baik saja!
  4. Sedangkan Kritikan sesungguhnya bagai cambuk bagi kuda, memacu dirinya agar berlari lebih kencang. Kritikan juga berfungsi seperti cermin, yang memantulkan diri secara utuh, termasuk coreng moreng yang kelihatan. Sehingga logikanya, jika ditanggapi secara positif, kritikan menguntungkan kita, karena bisa mengetahui kelemahan dan keburukan diri sendiri, dan bisa memperbaikinya!

 

Jadi sahabatku, tidak keliru jika kita menyukai pujian maupun kritikan secara proporsional.

  • Pujian kita terima dengan rendah hati, sebagai tanda penghargaan atas jerih payah kita berjuang menjadi orang baik
  • Kritikan kita terima dengan lapang dada dan besar hati, agar kita tahu bahwa masih ada kelemahan yang harus kita atasi dan ubah menjadi kebaikan dan kebergunaan

Kita mengucapkan banyak terima kasih kepada siapa saja yang memberikan pujian maupun kritikan kepada kita, karena atas ulah mereka, kita bisa terus bertumbuh sambil menikmati hidup