ALFABET SUKSES

Success Tips diambil dari buku “SANG MOTIVATOR PEMBEBAS” terbitan Gramedia

Author: Johanes Lim, Ph.D, CPC, CHt

WA: 0857 8017 3862

www.indonesia-inc.com

 

 

ALFABET SUKSES

 

New Alphabets of Life: A for attitude, B for belief, C for concentration, D for desire, E for extra mile … Chant these regularly.

Ashutosh Karnatak

Alfabet baru kehidupan: A untuk Attitude (prilaku). B untuk Belief (kepercayaan). C untuk Concentration (konsentrasi). D untuk Desire (hasrat). E untuk Extra Mile (berbuat lebih).…. Ulang-ulangi ini secara rutin

Ashutosh Karnatak

 

Ashutosh mengajarkan kita “Alfabet sukses” yang harus diulangi ulangi seperti membaca mantra.

Jika secara sadar dan bawah sadar kita telah “hafal” dengan “mantra” itu, maka akan menjadi refleks, kebiasaan; yang bisa dipergunakan untuk memperoleh segala hal baik sesuai harapan kita.

 

“A” untuk “Attitude” atau prilaku, artinya:

Prilaku kitalah yang menentukan hasil hidup kita, baik ataupun buruk, membanggakan ataupun mempermalukan.

Prilaku adalah output yang terlihat dan bisa dirasakan oleh orang dan lingkungan kita. Dari apa yang orang lihat, dengar, rasakan, alami berkenaan dengan prilaku kita ketika sedang berinterrelasi, maka itulah yang akan menjadi bahan penilaian tentang keberadaan diri kita; apakah akan di “cap” sebagai orang baik orang hebat, ataukah orang jahat orang payah!?

 

“B” untuk “Belief” atau kepercayaan, artinya:

Apa saja yang kita percayai, akan menjadi motif dasar tindakan kita. Jika kita punya kepercayaan akan melakukan dan menghasilkan hal BESAR, maka kita akan memikirkan, mengucapkan, dan melakukan hal hal BESAR!

Demikian pula dengan sebaliknya.

Seperti ada tertulis, “Kepercayaan memindahkan gunung” atau “Tidak ada hal yang mustahil bagi orang yang percaya”, semua itu bukanlah omong kosong ataupun bahasa agamis belaka; melainkan adalah fakta, esensi kehidupan, yang membuat “wajah” dunia seperti sekarang ini!

Coba renungkan: pada jaman baheula, ketika kepercayaan umat manusia masih primitif dan dangkal, seperti Animisme Dinamisme; maka buah pikiran dan prilakunya juga dangkal; tidak terlalu berbeda banyak dengan khewan, bukankah demikian?

Memerlukan kurun waktu yang sangat lamaaaaa sekali bagi manusia untuk membebaskan diri dari keterkungkungan kepercayaan yang memberangus kemampuan berpikirnya; sampai terjadi “Revolusi Pemikiran, Thought Revolution” yang berani menentang indoktrinasi kepercayaan yang mengkebiri science; sehingga sejak itulah terjadi “ledakan penemuan” dan kemajuan yang belum pernah dialami umat manusia selama ribuan tahun sebelumnya.

 

Mengapa bisa terjadi perubahan revolusioner pada kehidupan umat manusia dan peradaban?

Karena telah terjadi perubahan revolusioner pada kepercayaan manusia:

  • Dulu manusia di “brainwash” dengan aneka mitos dan kepercayaan yang tidak kondusif terhadap kemajuan dan teknologi; yang secara mudah cerna sesungguhnya adalah upaya pembodohan manusia, agar mereka tidak berani berpikir, tetap bodoh, dan tetap mudah ditakut-takuti!
  • Jika ada yang melanggar maka akan diteror dan diancam dengan berbagai kutukan dan rajaman; salah satu contohnya adalah seperti yang dialami oleh Galileo yang dipaksa menyangkali kebenaran pengetahuan atau minum racun maut!?

Ketika manusia percaya bahwa potensi dan kemampuan pikirannya luar biasa besar dan hebat, bahwa apa saja yang bisa dibayangkannya bisa dijadikan menjadi kenyataan; maka berubah pulalah caranya berbicara, bertingkah laku, dan berkarya.
Kepercayaan adalah “Ibu” dari tindakan

 

“C” untuk “Concentration”, atau konsentrasi, artinya:

Apa saja yang kita percayai harus dilakukan dengan sepenuh perhatian dan sumberdaya, agar mudah dan cepat berhasil.

Jika perhatian dan atau sumberdaya kita terpecah, maka bisa menghambat pencapaian tujuan. Ibarat mengemudi mobil, jika tidak konsentrasi, misalnya sambil berdebat via handphone, dan atau mata menoleh kekiri kanan depan belakang, akibatnya bisa fatal, kecelakaan!

 

“D” untuk “Desire” atau hasrat, artinya:

Hasrat atau kegairahan atau motivasi untuk mencapai hasil, akan mempengaruhi bobot tindakan: Semakin besar hasrat, maka akan semakin besar tindakan; apalagi jika hasrat menggebu-gebu, maka tindakan kita juga “all-out”, habis-habisan tanpa mengenal lelah.

Sebagai imbalannya adalah pencapaian hasil yang lebih cepat dan atau lebih banyak, dibandingkan jika hasratnya kurang besar.

Jika tidak ada hasrat, maka tidak akan ada tindakan, dan tentunya tidak ada hasil.

 

“E” untuk “Extra mile” atau berbuat lebih, artinya:

Untuk mewujudkan keinginan atau cita-cita yang besar dan mulia, seringkali dituntut kemauan dan kemampuan untuk bekerja lebih keras, lebih banyak, lebih dahulu, dibandingkan siapapun juga.

Ketika orang lain telah merasa lelah dan beristirahat, maka kita masih harus melangkah lebih jauh; agar kita bisa tiba lebih cepat.

Ketika orang lain sudah pergi tidur, maka kita masih perlu membaca buku atau mencari informasi di internet; agar kita bisa lebih berwawasan dan lebih kompeten dari banyak orang.

Ketika Salesman lain hanya mengunjungi 10 Prospek setiap hari, maka kita mengunjungi 12 Prospek setiap hari; sehingga bisa membawa order lebih banyak.

Memang terasa melelahkan, namun apa boleh buat! Jika menghendaki hasil diatas rata-rata, maka kita juga harus mau berkorban diatas rata-rata!