MENCIPTAKAN KEAJAIBAN

Success Tips diambil dari buku “SANG MOTIVATOR PEMBEBAS” terbitan Gramedia

Author: Johanes Lim, Ph.D, CPC, CHt

WA: 0857 8017 3862

www.indonesia-inc.com

 

 

MENCIPTAKAN KEAJAIBAN

 

Do not pray for easy lives. Pray to be stronger men. Do not pray for tasks equal to your powers. Pray for powers equal to your tasks. Then the doing of your work shall be no miracle, but you shall be the miracle.

Phillips Brooks

Jangan berdoa meminta kehidupan yang mudah. Berdoalah agar menjadi orang yang kuat. Jangan berdoa agar mendapat tugas yang seimbang dengan kekuatanmu. Berdoalah agar mendapat kekuatan yang seimbang dengan tugasmu. Maka pelaksanaan dari pekerjaan Anda tidak akan ada keajaiban, karena Anda telah menjadi keajaiban itu sendiri

Phillips Brooks

 

 

Memang benar bahwa banyak dari kita, ketika berdoa, minta diberikan kehidupan yang mudah, mulus, enteng dan tanpa rintangan; karena kita ngeri menghadapi pergumulan hidup, takut tidak mampu mengatasinya, dan menjadi sengsara.

Padahal, menjalani kehidupan yang gampang, yang “adem ayem”, yang monoton, yang tidak menggairahkan, adalah tidak enak, membosankan!

 

Coba Anda renungkan atau bayangkan sendiri, betapa menjemukannya melakukan penugasan yang itu lagi itu lagi; menjawab pertanyaan yang itu lagi itu lagi; mendapatkan hasil seperti yang kemarin lagi kemarin lagi. Dari pagi sampai malam, dari Senin sampai Senin, model dan ritme kehidupan Anda datar saja, persis seperti sebelumnya. Apakah Anda merasa gembira dan nyaman dengan model kehidupan seperti itu?

Tidakkah itu seperti sayur tanpa garam, terasa hambar dan tidak menggairahkan?!

 

Ketika melamar pekerjaan, dan atau ketika melaksanakan suatu tugas, kita juga cenderung memilih pekerjaan yang kita merasa yakin sanggup mengembannya.

Ibaratnya, jika kita punya 7, maka kita hanya berani menerima penugasan yang bobotnya tidak lebih dari 7. Bahkan kita merasa bahwa, “Lebih kecil lebih bagus” supaya gampang selesai!

Padahal, kebiasaan seperti itu adalah merugikan diri kita sendiri! Karena sampai kapanpun, kapasitas dan kompetensi kita tidak akan bertambah!

Karena kita merasa cukup; cukup hebat, cukup kompeten, cukup pengalaman, maka tidak ada lagi ambisi untuk terus belajar dan terus meregangkan kapasitas diri!

  • Sebaliknya, jika kapasitas kita 7, dan kita menerima tantangan dengan bobot 9, maka agar bisa sukses melaksanakan tugas yang lebih besar 2 dari kemampuan historis kita, maka kita terpaksa harus belajar extra, dan atau bekerja extra, agar mampu menuntaskan penugasan dengan bobot 9.

 

Setelah penugasan 9 selesai, maka kita tahu bahwa selama ini kita telah berkarya diangka 7 yang sesungguhnya marginal, belum kondisi terbaik kita.

Untuk selanjutnya, ketika Anda diberikan tantangan dengan bobot penugasan 12, Anda sudah tahu jawabannya: Ya, saya mau! Saya bisa!

Regangkan potensi diri Anda dengan menjadi pembelajar yang terus menerus; kejar dan laksanakan tantangan yang lebih besar dari kemampuan serta pengalaman historis Anda; demikian seterusnya, sampai batas optimal kekuatan dan potensi Anda.

Beginilah cara menjalani hidup yang menggairahkan dan progresif!

 

Jika Anda setuju dengan pesan saya, maka gantilah doa Anda menjadi, “Ya TUHAN, berikanlah saya kekuatan, kemampuan dan kemauan yang besar, agar saya cakap menanggung dan mengatasi segala perkara!”

Maka mulai saat ini, Anda tidak lagi perlu mengharapkan terjadi mujizat atau keajaiban didalam melaksanakan semua tugas hidup Anda, karena Anda sendiri telah menjadi keajaiban itu!

Karena Anda akan memiliki prilaku pembelajar, gemar tantangan, dan selalu meregangkan kualitas serta kapasitas diri Anda sendiri, maka tanpa Anda sadari……kinerja hidup Anda telah melesat sedemikian rupa, sehingga orang yang mengenal Anda sebelumnya (sebagai orang marginal), akan berdecak kagum, “Wow, fantastic! Marvellous!”

Anda telah menciptakan keajaiban diri Anda sendiri!