MERAIH KESEMPATAN

Success Tips diambil dari buku “SANG MOTIVATOR PEMBEBAS” terbitan Gramedia

Author: Johanes Lim, Ph.D, CPC, CHt

WA: 0857 8017 3862

www.indonesia-inc.com

 

 

 

MERAIH KESEMPATAN

 

Salvage every opportunity you get, because that opportunity could be your first and last opportunity you will ever get.

Jonathan B.

Ambillah setiap kesempatan yang Anda dapatkan, karena bisa saja itu menjadi kesempatan yang pertama dan terakhir yang bisa Anda peroleh

Jonathan B

 

Kesigapan dalam mengambil kesempatan, adalah pesan yang ingin disampaikan oleh Jonathan, karena sekalipun mendapat kesempatan adalah hal sukar dan lama, serta dinanti oleh banyak orang; namun dalam kenyataannya, tidak banyak orang yang bersegera mengambil dan mengelola kesempatan yang disodorkan kepadanya!

Sekalipun terdengar konyol dan aneh, tapi itulah faktanya.

Ada saja alasan mengapa orang menunda-nunda, mengulur waktu untuk memberi keputusan apakah menerima atau menolak kesempatan yang ditawarkan kepadanya; bisa alasan rohani, bisa alasan sungguhan, dan bisa alasan yang dibuat-buat!

 

Ada kenalan saya yang lama menganggur karena tempatnya bekerja sebagai pemimpin redaksi, bangkrut. Dia sudah mencoba melamar berbagai pekerjaan namun selalu gagal, sampai akhirnya dia meminta tolong agar saya carikan.

Maka saya membantu dengan memperkenalkannya kepada salah satu client saya yang kebetulan membutuhkan Promotion Manager. Sekalipun tidak memenuhi kualifikasi, namun karena saya meminta tolong kepadanya, maka kenalan saya itu diberi kesempatan untuk mencobanya.

Saya senang, dan berterima kasih kepada client saya yang telah bersedia membantu; dan saya pikir, mission accomplished!

 

Namun beberapa hari kemudian, saya di HP oleh client saya itu menanyakan kenapa teman saya tidak jadi bergabung?

Saya kaget. Ketika saya tanyakan kepada kenalan saya itu kenapa dia belum juga bekerja, dan jawabannya, “Beri waktu saya beberapa hari lagi. Saya masih sangsi, apakah akan menerima pekerjaan itu, apakah tetap mencari dibidang media?”

Namun sayang, ketika saya sampaikan hal itu kepada client saya, dengan terpaksa diputuskan batal mempekerjakannya; karena client saya ngeri menghadapi orang yang plin-plan.

Setelah hampir 3 bulan berlalu, kenalan saya yang masih tetap menganggur itu menghubungi saya dan meminta tolong agar menanyakan apakah posisi Promotion Manager yang pernah ditawarkan kepadanya masih ada?

Saya jawab, “Sorry bro, kau tanya sendiri saja!”

 

Hal serupa juga beberapa kali saya berikan kepada orang yang meminta diberi kesempatan untuk “merubah nasib” menjadi wirausaha, namun tidak punya kompetensi dan tidak punya modal.

Sekalipun agak sukar untuk menolong orang dengan spesifikasi seperti itu, namun saya mencoba memberikan mereka kesempatan menghasilkan uang melalui internet: saya berikan 8 judul ebook saya untuk dijualnya dengan keuntungan 100% untuknya; saya buatkan webpagenya; saya berikan software untuk internet marketing nya; saya ajarkan cara menjalankan dan menghasilkan uang melalui online business; dan semuanya itu saya tawarkan kepadanya secara cuma-cuma, gratis 100%! Tanpa pamrih!

 

Mereka bukan saudara saya, bukan teman saya, hanya pembaca buku saya yang mengirim email atau pesan di facebook meminta peluang menghasilkan uang; dan karena saya merasa tidak ada ruginya menolong mereka, maka saya tawarkan kesempatan bisnis itu.

Apakah reaksi mereka?

Reaksinya ialah: tidak ada reaksi!

Lho, kok bisa?

Yaa, saya sendiri juga heran.

Setelah saya balas email mereka, dan saya beritahu kesempatan yang ada, serta meminta mereka mengirimkan beberapa data untuk pembuatan webpage. Ada yang membalas dengan hanya perkataan, “Ya pak, terima kasih, nanti saya urus”; dan beberapa tidak merespons.

Ketika saya sudah melupakan tentang peristiwa itu, ada beberapa orang yang kembali menanyakan, apakah penawaran saya masih berlaku?

 

Apakah jawaban saya?

Salvage every opportunity you get, because that opportunity could be your first and last opportunity you will ever get.