BERANI HIDUP

Success Tips diambil dari buku “SANG MOTIVATOR PEMBEBAS” terbitan Gramedia

Author: Johanes Lim, Ph.D, CPC, CHt

WA: 0857 8017 3862

www.indonesia-inc.com

 

 

BERANI HIDUP

 

A dead man is anyone who has lost courage

Johanes Lim

Orang mati adalah siapa saja yang telah kehilangan keberanian

Johanes Lim

 

 

Kita sering mendengar pengajaran bahwa orang yang berani adalah orang yang berani mati.

Asumsinya ialah: nyawanya saja ia tidak takut kehilangan, maka apalagi yang ditakutinya?

 

Ya, dalam situasi khusus, seperti peperangan misalnya, orang yang berani mati, memang kita butuhkan, karena menggentarkan nyali musuh

Namun dalam situasi normal, dalam kehidupan sehari-hari, orang yang berani bukanlah orang yang berani mati, melainkan orang yang BERANI HIDUP!

 

Mati itu urusan gampang, sepele; tinggal loncat dari gedung berlantai 30, maka bisa dipastikan orang pasti mati!

Itulah yang sering dilakukan oleh orang yang putus asa, mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri.

Juga ada orang yang keliru, menganggap dirinya hebat dan suci, karena berani melakukan bom bunuh diri: membunuh dirinya sendiri dan orang lain!

 

Saya perlu memberitahu bahwa berani mati bukanlah keberanian!

Berani hidup barulah keberanian sejati!

Mati itu gampang. Hidup itu jauh lebih sukar.

Jadi, orang yang berani hidup, jauh lebih berani, dibandingkan orang yang berani mati! Orang (apalagi pria, suami, ayah) yang bunuh diri karena putus asa menghadapi kesukaran hidup adalah orang yang paling pengecut dan jahanam!

Dia mati meninggalkan keluarganya menanggung kesukaran lama plus kerugian baru karena kematiannya!

 

Saya perlu mengingatkan bahwa dalam ajaran agama manapun, tindakan bunuh diri adalah terkutuk! Pelakunya pasti mendapat hukuman akherat! Jadi, pertanyaan saya:

  • Apa untungnya bagi siapapun untuk melarikan diri dari persoalan dan mengakhiri hidup?
  • Cepat atau lambat, kesukaran dan penderitaan pasti bisa diatasi, selama kita tetap berani, tabah dan tekun berjuang!
  • Seperti hari tidak mungkin malam terus, pasti ada saatnya terbit fajar
  • Ada tertulis bahwa, “Anjing yang hidup lebih baik dari singa yang mati, karena selama ada hidup, ada harapan”

 

Satu hal lagi:

Orang yang kehilangan keberanian –untuk hidup, untuk berjuang, untuk mencoba, untuk berharap-, sesungguhnya sudah mati, sekalipun masih hidup.

Karena apa bedanya orang mati dengan orang yang tidak berani hidup? Apa bedanya orang mati dengan orang yang tidak berani melakukan perbaikan dan perjuangan hidup!?