ANDALKAN DIRIMU SENDIRI

Success Tips diambil dari buku “SANG MOTIVATOR PEMBEBAS” terbitan Gramedia

Author: Johanes Lim, Ph.D, CPC, CHt

WA: 0857 8017 3862

www.indonesia-inc.com

 

 

ANDALKAN DIRIMU SENDIRI

 

No one in your life is with you constantly. No one is completely on your side, but you

Tim Rice

Tidak ada seorangpun dalam kehidupan Anda yang terus bersama Anda. Tidak ada seorangpun yang secara paripurna berpihak kepada Anda, kecuali diri Anda sendiri.

Tim Rice

 

Saya senang dengan perkataan Tim Rice, karena manusiawi dan waras.

Banyak orang tidak menyadari dan tidak waspada bahwa hubungannya dan ketergantungannya kepada orang lain –siapapun adanya mereka, apakah suami/istri, orangtua, anak, saudara, sahabat, bawahan/atasan, konstituen- bersifat temporer, dan situasional.

Coba renungkan:

  • Bagaimanapun intimnya, mesranya, harmonisnya, bahagianya, hubungan interrelasi antara Anda dan suami/istri Anda; tidak mungkinkah bahwa suatu hari –cepat atau lambat- hubungan manis itu bisa berakhir?
  • Tidak mungkinkah kepercayaan dan kesetiaan bisa dicemari dengan perselingkuhan dan pengkhianatan, sehingga berganti menjadi amarah dan kebencian?
  • Tidak mungkinkah kemesraan manis bisa berakhir dan berganti dengan keluhan, ketika pasangan Anda jatuh sakit atau jatuh miskin permanen yang memerlukan perawatan dan pengorbanan Anda?
  • Andaikan semua peristiwa buruk manusiawi itu tidak terjadi, mungkinkah Anda melawan takdir, yaitu kehilangan pasangan karena ajal menjemput?
  • Jika Anda mempunyai bawahan atau atasan yang hebat, baik dan mendukung Anda, tidak mungkinkah suatu hari ia akan pergi dari kehidupan Anda, ketempat lain yang berbeda? Atau tidak mungkinkah ia menyuruh Anda untuk pergi dari hadapannya karena ketidakcocokan tertentu?
  • Jika Anda mempunyai putra/putri yang begitu Anda kasihi, andalkan, dan harapkan; tidak mungkinkah suatu hari –cepat atau lambat- ia pergi meninggalkan Anda untuk menikah dan tinggal bersama keluarganya?
  • Tidak mungkinkah putra/putri yang Anda kasihi dan manjakan sejak bayi, kelak ketika dewasa mengecewakan dan menelantarkan Anda sebagai orang tua?
  • Jika Anda mempunyai mitra bisnis, teman yang bersama sama mendirikan bisnis dari kecil hingga besar; tidak mungkinkah bahwa suatu hari kongsi dagang itu bisa pecah, bubar, bahkan menjadi musuh, karena alasan tertentu?
  • Jika Anda mempunyai sahabat karib, yang sudah sejak dari sekolah dasar bersahabat, gulang gulung, saling memberi dan mengambil; tidak mungkinkah suatu hari, entah disengaja atau tidak, entah terpaksa atau tidak, best friend Anda itu menohok Anda dari belakang? Menipu Anda? Menghancurkan Anda?

 

Saya percaya, Anda pasti menjawab “Ya, bisa, mungkin saja terjadi”; maka hasil akhirnya, atau “the end of the strory” adalah:

Anda hanya tinggal sendiri!

Anda sendirilah yang layak dipercayai

Anda sendirilah yang layak diandalkan

Hanya diri Anda sendiri yang akan senantiasa, terus berada dipihak Anda! Bukankah demikian?

 

Maksud pengajaran saya ini adalah:

  • Percayalah kepada diri Anda sendiri
  • Gantungkanlah harapan Anda kepada diri Anda sendiri
  • Berjuanglah sedemikian rupa, tanpa sebersitpun kepikiran untuk mengharapkan bantuan dari siapapun juga
  • Bahkan ketika Anda mengalami kegagalan, kejatuhan, “babak belur” bahkan sekarat; berpikirlah sedemikian rupa bahwa Anda hanya bisa dan boleh mengandalkan diri Anda sendiri untuk bangkit, untuk menyembuhkan luka, dan untuk berjuang kembali, sampai berhasil! Jangan menunggu uluran tangan siapapun untuk membangunkan Anda dari kejatuhan! Bangunlah sendiri! Pergunakan segenap kekuatan yang tersisa pada Anda untuk BANGKIT!
  • Tidak akan ada orang lain atau siapapun juga atau apapun juga, yang akan lebih perduli terhadap diri Anda, kecuali diri Anda sendiri!
  • Karena itu, andalkanlah diri Anda sendiri! Berjuanglah! Kalau jatuh, bangkitlah sendiri lagi! Jika gagal, cobalah lagi! Jika jatuh lagi, bangkitlah lagi! Terus! Terus! Terus! Sampai Anda berhasil! Sampai Anda puas!

 

Jika Anda bertanya, lantas, apakah kita sama sekali tidak membutuhkan orang lain? Apakah kita bisa hidup sendirian saja dikolong langit ini?

BUKAN DEMIKIAN SAUDARAKU.

Maksud saya bukanlah kita tidak membutuhkan pertolongan ataupun dukungan orang lain. KITA MEMBUTUHKANNYA!

Kita mau dan perlu dukungan dari manusia lain.

Kita butuh penyemangatan dan inspirasi serta masukan dari orang lain.

Bahkan, kita perlu uluran tangan dan sumbangsih orang lain!

YANG SAYA MAKSUDKAN IALAH: JANGAN MENGANDALKAN SIAPAPUN JUGA, SELAIN DIRI ANDA SENDIRI!

Pertama tama dan utama ialah:

  • Gerakkanlah diri Anda sendiri untuk bertindak dan mewujudkan semua mimpi Anda; tanpa menunggu siapapun
  • Ketika gagal dan atau jatuh, gerakkanlah diri dan semangat Anda untuk bangkit dan mencoba lagi; tanpa menunggu siapapun

Nah, andaikan sambil dan ketika Anda menggerakkan diri Anda sendiri, menolong diri Anda sendiri, menyemangati diri Anda sendiri…… ada orang lain –siapapun adanya orang itu- yang membantu Anda, menyemangati Anda, memberi kepada Anda, berpihak kepada Anda, MAKA TERIMALAH! Ucapkan “Terima kasih” atas bantuannya, dan bekerjalah lebih keras, agar Anda berhasil lebih cepat.

JANGAN SEKALI KALI MENGENDURKAN UPAYA, hanya karena Anda tahu ada orang lain yang membantu. JANGAN!

Tetap andalkan diri Anda sendiri yang utama, sehingga andaikan ditengah jalan, bantuan itu –karena alasan apapun- putus, atau berhenti, Anda tidak panik! Paham?

 

Bagaimana dengan TUHAN?

Bukankah ada tertulis bahwa, “Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia dan dirinya sendiri, yang hatinya menjauh dari padaNYA?”

Maaf saudaraku, Johanes Lim memang mengajarkan agar kita jangan mengandalkan siapapun, selain diri sendiri; namun saya tidak pernah mengajarkan agar hati kita menjauh dari TUHAN!

Nats diatas berbicara dalam konteks bahwa TUHAN membenci orang yang hatinya menjauh dariNYA, karena merasa sanggup mengandalkan dirinya sendiri, sekalipun tanpa TUHAN! Jadi, penekanannya ialah: UNTUK ORANG YANG HATINYA MENJAUH DARI TUHAN, dan bukan kepada orang yang mengandalkan dirinya sendiri!

  • Karena ajaran agama apapun, pastilah menekankan kepada PERBUATAN & INISIATIF MANUSIA.
  • TUHAN minta dipercaya, dihormati, dipuji dan disembah, namun yang harus bertindak, bekerja, berjuang, adalah manusia itu sendiri!
  • Karena TANPA PERBUATAN, IMAN HAKEKATNYA ADALAH MATI!

 

Memang nats diatas ada yang mengajarkan secara ekstrim, bahwa kita manusia tidak boleh mengandalkan diri sendiri, melainkan harus mengandalkan TUHAN; sehingga kalau ada tugas atau ide, atau peluang, sebelum dilaksanakan harus berdoa terlebih dahulu minta tanda dan perkenan TUHAN. Tidak boleh bergerak sebelum doa dijawab, agar “tidak mendahului TUHAN”.

Bagaimana jika belum dijawab jawab?

Ya terus berdoa, jangan bertindak, sampai dijawab!

Weleh weleh weleh…. terdengar saleh dan rendah hati, bukan?

Karena saya bukan pengikut ajaran seperti itu, saya tidak paham, bagaimana mungkin ada orang yang sedemikian rohani, sehingga nyaris tidak manusiawi dan tidak realistis.

Karena dalam kehidupan nyata sehari hari (agar saya tidak salah mengajar, maka saya tekankan bahwa ini adalah pengalaman dan pengamatan saya pribadi) TUHAN itu sepertinya tidak ikut campur secara faktual dalam kehidupan manusia.

Karena menurut sepengetahuan saya, TUHAN telah memberikan amanat dan mandat kepada manusia agar bertindak, berkuasa dan menguasai bumi beserta isinya, secara konsekwen; artinya, baik atau buruk menjadi urusan dan tanggung jawab manusia itu sendiri!

Bagaimana caranya ada orang yang selalu meminta TUHAN menjawab secara langsung doanya sebelum bertindak; bahkan yang lebih mengherankan, ia tidak mau bertindak mewujudkan tujuan hidupnya, melainkan minta TUHAN yang bekerja mewujudkannya!

Orang itu lebih suka memilih diam dan pasif daripada aktif!

Orang itu lebih memilih terkesan malas dan tidak bertanggung jawab, karena tidak agresif mengejar kemajuan hidup!

  • Saya curiga……. jangan jangan orang seperti itu memang agak malas dan kurang bertanggung jawab, namun menggunakan tameng (dalih) ajaran TUHAN??!

 

Percayalah saudaraku, tidak ada yang salah dengan mengandalkan diri sendiri untuk bekerja keras, untuk mewujudkan impian kita, untuk sukses kaya, dan untuk menjadi orang yang berguna, orang yang mulia, orang yang menjadi saluran berkat bagi banyak orang!

Sambil tetap percaya bahwa YANG MEMBERIKAN VISI, KEKUATAN DAN KETABAHAN UNTUK BERJUANG, SERTA KEBERHASILAN, ADALAH TUHAN! Karena kita paham bahwa, bagaimana pandai dan hebatnya manusia, jika TUHAN menghalangi, siapa yang bisa melawan dan bertahan? Jadi kalau kita berhasil, itu semua juga ridho dan rakhmat TUHAN!

Karena itu, mari kita bekerja dan berdoa, ORA ET LABORA!