CARA MERUBAH KARAKTER

Success Tips diambil dari buku “SANG MOTIVATOR PEMBEBAS” terbitan Gramedia

Author: Johanes Lim, Ph.D, CPC, CHt

WA: 0857 8017 3862

www.indonesia-inc.com

 

 

CARA MERUBAH KARAKTER

 

Character cannot be developed in ease and quiet. Only through experience of trial and suffering can the soul be strengthened, ambition inspired, and success achieved.

Helen Keller

Karakter tidak bisa dibentuk dalam kemudahan dan ketenangan. Hanya dengan mengalami pencobaan dan penderitaan, jiwa bisa dikuatkan, ambisi diinspirasi, dan sukses dicapai

Helen Keller

 

Karakter, ada yang menterjemahkannya sebagai kepribadian seseorang; ada yang mengatakan adalah sifat; ada yang mengatakan sebagai Sikap Mental (Mindset); ada yang mengatakan sebagai kebiasaan.

Kalau menurut teori Hypnotherapy, alurnya adalah sbb:

  • Segala macam masukan dari panca indera dan emosi, sejak masih didalam kandungan sampai sekarang, akan tersimpan di pikiran bawah sadar (sub-conscious mind) yang akan mempengaruhi pikiran sadar, berupa keluaran buah pikiran, perkataan ataupun perbuatan yang sekali-sekali; jika diulangi, maka akan menjadi kebiasaan; jika dilanjutkan, akan menjadi karakter. Karakter inilah yang akan menentukan “nasib” seseorang, baik ataupun buruk, sukses atau gagal, kaya atau miskin, berguna atau tidak!?

 

Jadi, kalau kita telaah, peranan karakter adalah sangat penting dan vital terhadap pembentukan kualitas hidup seseorang.

Namun demikian, karakter hanya merupakan akibat, dari kebiasaan yang dipermanenkan; dan kebiasaan adalah perbuatan yang dilakukan secara berulang-ulang oleh seseorang.

Berarti, karakter bisa kita artikan sebagai perbuatan seseorang yang dilakukan secara konsisten, ketika berinterrelasi dengan orang lain, maupun keadaan; entah itu baik ataupun buruk; menyenangkan ataupun menjengkelkan; menguntungkan ataupun merugikan

Dengan kata lain, karakter adalah refleksi dari siapakah seseorang itu.

 

Nah, apa yang dikatakan oleh Helen Keller, dimaksudkan adalah karakter manusia yang baik, yang kuat, yang positif, yang hebat, yang mengagumkan, yang berguna, yang patut diteladani!

Dan kualitas karakter yang semacam itu, tidak mungkin bisa terjadi atau terbentuk dalam waktu yang singkat, ataupun secara mudah!

Orang yang berkarakter positif dan kuat

 

Karena proses terbentuknya karakter memerlukan waktu dan pengulangan yang panjang serta konsisten, maka jika diperlukan untuk merubahnya, juga memerlukan waktu dan pengulangan konsisten yang panjang.

Menurut saya, karakter identik dengan orang itu sendiri.

Seseorang disebut orang baik, karena berkarakter baik.

Seseorang disebut orang jahat, karena berkarakter jahat.

Jadi, seseorang akan berubah, dari jahat menjadi baik (atau sebaliknya), jika karakternya berubah.

 

Ada tiga metode yang biasa dipakai untuk menghasilkan perubahan karakter secara efektif:

  1. Pertama, adalah melalui Pertobatan Rohani. Kita tahu bahwa ada saja orang yang dulunya jahat, tiba tiba menjadi baik; bahkan sampai menjadi rohaniwan yang mengajarkan kebaikan; karena orang itu bertobat setelah mendapat pencerahan secara spiritual. Menurut kepercayaan banyak orang, Pertobatan Rohani terjadi karena campur tangan TUHAN.
  • Metodenya ialah: Orang itu didoakan secara terus menerus oleh orang yang menginginkannya berubah, agar TUHAN sendiri yang menyentuh hatinya dan menghasilkan pertobatan. Karena urusannya dengan TUHAN, maka tidak ada orang yang tahu, kapan Pertobatan Rohani itu akan terjadi
  1. Kedua adalah melalui Counselling & Mentoring. Orang yang karakternya ingin diubah, diajar dan dibimbing agar menyadari bahwa perbuatannya selama ini adalah negatif, merugikan dirinya sendiri dan orang lain, sehingga harus diubah.
  • Orang itu diberitahu sampai paham tentang untungnya menjadi orang yang berkarakter positif; serta cara melakukan perubahannya; termasuk menjauhkannya (mengisolasi secara terselubung) dari lingkungan pergaulan atau situasi yang mempengaruhi perbuatan negatifnya
  • Secara bertahap dan terus menerus, orang itu diberdayakan, diminta untuk mulai bertindak melakukan perubahan, sambil terus dimentori, agar perubahan positif yang terjadi, menjadi berulang; sampai menjadi kebiasaan baru; dan akhirnya menjadi karakter positif!
  1. Ketiga adalah melalui Pemprograman Ulang Pikiran Bawah Sadar (Sub-Conscious Mind Reprogramming) untuk mem “by-pass” kausa prima terjadinya karakter, yakni dipikiran bawah sadar.
  • Teorinya, pikiran bawah sadar mempengaruhi pikiran sadar; mencetuskan perkataan dan perbuatan yang sekali sekali; yang jika diulangi akan menjadi kebiasaan; yang jika terus dilakukan akan menjadi karakter
  • Karena pikiran bawah sadar bersifat netral dan tidak perdulian, sehingga apa saja masukan yang diterima melalui panca indera maupun transfer emosi, akan disimpannya; jika sesuatu kesan atau pesan diterima oleh pikiran bawah sadar secara intens, maka akan dianggapnya sebagai kebenaran; tidak perduli apakah masukan itu baik atau buruk; berguna atau tidak, realita atau bukan!
  • Metodenya ialah: Orang yang akan kita program ulang pikiran bawah sadarnya kita ajak melakukan relaksasi, agar secara total merasa relax; kemudian kita tidurkan agar gelombang pikirannya turun dari beta-wave ke alpha-wave, kalau perlu sampai theta-wave.
  • Orang yang sudah berada dikondisi ini, sangat mudah disugesti, dipengaruhi, serta di “install” dengan pesan kesan yang diinginkan agar terjadi. Setelah kita bangunkan kembali, maka dipikiran bawah sadarnya sudah tertanam suatu kepercayaan baru, bahwa dirinya adalah orang yang berkarakter positif, baik, dan hebat; sehingga sesuai prosedur alami, maka kepercayaan baru itu akan mempengaruhi cara berpikirnya, cara bicara dan perbendaharaan katanya, prilakunya, kebiasaannya, karakternya, dan “nasibnya”; menjadi orang yang berkarakter baik dan hebat!
  • Idealnya, sebelum dilakukan pemprograman ulang pikiran bawah sadar, maka secara sadar orang itu harus diajar tentang apa manfaat menjadi orang berkarakter positif, serta bagaimana cara melaksanakannya; agar secara teknis, ia mempunyai kemampuan untuk melakukannya

 

Selain memberitahukan tentang proses terjadinya karakter, serta bagaimana cara merubahnya, sesungguhnya saya juga ingin menyampaikan bahwa:

  • Jangan kecil hati, jangan sedih, jangan kecewa, jangan menyalahkan siapapun, dan jangan putus asa, ketika Anda berada dalam kesukaran dan penderitaan, bagaimanapun beratnya; karena jika Anda mau bersikeras bertahan, maka Anda pasti mampu menanggung dan mengatasinya
  • Saya sudah hidup hampir separuh abad, jadi sudah cukup kenyang “makan asam garam kehidupan”, mengalami penderitaan, dan juga melihat orang lain mengalaminya; namun karena saya mau bertahan, maka sampai hari ini saya masih hidup, dan baik baik saja
  • Bagaimanapun sakitnya dan menderitanya, semuanya akan tidak terasakan, ketika saya tidur. Dan esok hari, saya mempunyai cukup kekuatan baru, untuk menghadapi kesukaran dan pencobaan baru, plus yang lama
  • Saya bisa, mau dan berani bertahan, karena keyakinan bahwa segala macam kesukaran dan penderitaan yang saya alami, ujungnya biasa biasa saja, paling hebat hanyalah kematian! Dan karena saya mempunyai iman kepada TUHAN yang menjanjikan bahwa saya akan berbahagia bersamaNYA disorga ketika meninggal, maka maut bukanlah hal yang perlu saya takuti!
  • Nah, karena keyakinan itu, membuat saya kuat, dan bisa menang mengalahkan kesukaran, hari demi hari, sampai sekarang; sehingga saya sempat mengajarkannya kepada Anda