HAL YANG TIDAK BISA TUHAN LAKUKAN

Success Tips diambil dari buku “SANG MOTIVATOR PEMBEBAS” terbitan Gramedia

Author: Johanes Lim, Ph.D, CPC, CHt

WA: 0857 8017 3862

www.indonesia-inc.com

 

 

HAL YANG TIDAK BISA TUHAN LAKUKAN

 

GOD cannot square a circle or make a thing to exist and not exist at one and the same time.

Johanes Lim

TUHAN tidak bisa mengkotakkan lingkaran atau membuat sesuatu menjadi ada dan tidak ada pada satu waktu yang sama

Johanes Lim

 

Saya membuat pernyataan diatas hanya untuk mengingatkan diri saya sendiri dan Anda sebagai sahabat saya bahwa TUHAN sekalipun, yang dikatakan Mahakuasa dan Maha segalanya, tidak bisa melakukan hal yang memang tidak bisa dilakukan.

Saya memberi contoh bahwa sekalipun TUHAN, DIA tidak bisa membuat lingkaran menjadi kotak, atau sebaliknya, kotak menjadi lingkaran, mengapa?

Karena ketika DIA menjadikan kotak sebagai lingkaran, maka secara esensi, sama artinya dengan DIA telah meniadakan eksistensi sesuatu yang bernama kotak; sekaligus meniadakan sesuatu yang semula bernama lingkaran menjadi bukan lingkaran lagi!

Karena ketika lingkaran berbentuk kotak, bukankah sudah terjadi kekusutan?

Terdengar agak ruwet?

 

Saya bukan sedang hendak membuat Anda bingung, atau sedang berfilosofi, bukan; melainkan hendak mengingatkan bahwa –demi alasan apapun-, ada hal yang TUHAN sekalipun tidak bisa campur tangan merubahnya, yakni: fakta dan esensi suatu eksistensi!

Ibarat lokomotif yang sedang melaju kencang menarik beberapa gerbong; tidak bisa karena TUHAN hendak menolong seseorang yang berada dilintasan kereta api –anggap saja TUHAN hendak menolong menghindarkannya dari kecelakaan ditabrak kereta-, maka IA menarik rem kereta darurat, agar kereta berhenti sekarang juga, dan orang yang dikasihiNYA itu selamat, terhindar dari hantaman kereta api!?

Sebab jika IA melakukannya, maka akan ada konsekwensi sangat besar yang harus dihadapiNYA yakni: kecelakaan!

Banyak sekali penumpang dan barang bawaan yang akan terpelanting jungkir balik menabrak sana sini, ketika kereta dihentikan secara mendadak; hanya untuk menyelamatkan satu orang yang teledor!?

 

TUHAN juga tidak bisa membuat sesuatu ada dan tidak ada pada waktu yang sama.

Ada ya ada, tidak ada ya tidak ada; tidak bisa karena kemahakuasaan TUHAN memungkinkannya menjadi ada dan tidak ada sekaligus berbarengan.

Jika ada terang, maka tidak ada gelap.

Jika ada gelap maka tidak ada terang.

Jika siang, maka tidak ada malam

Jika malam, maka tidak ada siang.

Apa yang harus terjadi pasti terjadi.

Apa yang tidak harus terjadi, pasti tidak akan terjadi.

Dengan atau tanpa campur tangan TUHAN!

Percaya atau tidak percaya kepada TUHAN

Tidak ada satu kuasa atau apapun juga yang bisa menjadikan ada dan tidak ada, pada satu waktu secara berbarengan.

 

Bagi saudaraku yang saat ini sedang menganggap bahwa hidup dan kehidupan ini tidak enak, penuh dengan penderitaan, sarat dengan ketidakadilan; sehingga mengharapkan agar secepat-cepatnya hari kiamat, atau TUHAN menjemputnya, sehingga bisa beralih dari kehidupan dunia fana yang penuh kesengsaraan, kekehidupan yang kekal sorgawi dan penuh kebahagiaan….???!!

Saudaraku, sebelum hari itu terjadi… saya hanya mau mengingatkan tentang pencerahan yang saya tulis diatas; bahwa janganlah terlalu mengharapkan sesuatu yang terlalu muluk dan sulit dicerna nalar.

 

Ingat saudaraku, yang membuat adanya perasaan senang bahagia, karena adanya perasaan sebaliknya, yakni kesedihan dan penderitaan!

Kalau perasaan sedih, sengsara, atau penderitaan dihilangkan dari sensasi atau ingatan kita, maka secara otomatis, pada waktu yang sama, ingatan dan sensasi akan perasaan senang dan kebahagiaan juga langsung sirna!

Mengapa?

Karena jika tidak ada senang, bagaimana mungkin ada susah?

Sama halnya jika tidak ada orang miskin dan kemiskinan, bagaimana mungkin ada istilah orang kaya dan kekayaan?

Jika tidak ada malam atau kegelapan, bagaimana mungkin akan ada istilah siang atau terang?

Jika tidak ada kematian, bagaimana ada istilah kehidupan?

 

Coba bayangkan, apa jadinya, dan bagaimana perasaan Anda, jika Anda hidup disuatu tempat yang SEMUA ORANG SAMA PERSIS SEPERTI ANDA, tidak punya perasaan yang berbeda; tidak punya aspirasi atau keinginan yang berbeda; semuanya sama rata, saling tersenyum satu sama lain; tidak ada yang lebih kaya atau miskin; tidak ada yang lebih gemuk atau kurus; tidak ada yang lebih bagus atau jelek; semuanya sama 100% dengan Anda!

Keadaannya juga 100% SENANTIASA SAMA. Pokoknya Anda melakukan sesuatu atau tidak melakukan sesuatu, semuanya hasilnya sama. Anda tertawa atau tidak tertawa, hasilnya sama. Anda duduk atau berdiri atau berjalan atau berlari, semua hasilnya sama. Tidak ada hari kemarin atau hari ini atau hari esok: semuanya adalah SEKARANG! Sampai kapanpun, yang ada hanyalah SEKARANG. Mengapa?

Karena tidak ada lagi waktu. Tidak ada jam berapa sekarang? Tidak ada pagi, tidak ada siang, tidak ada sore, tidak ada malam; yang ada hanyalah SEKARANG, dalam keadaan terang benderang.

Jadi Anda melakukan apapun juga dan atau tidak melakukan apapun juga, sudah tidak ada batasannya lagi. Sebentar atau lama, tidak ada perbedaannya lagi.

Anda mau bernyanyi, berdansa, berpesta, atau apa saja, terserah.

Pokoknya, siapapun juga yang Anda jumpai dalam kehidupan itu, keadaannya 100% persis sama seperti Anda, tidak ada perbedaan.

Anda tidak bisa iri hati atau cemburu kepada orang lain; demikian juga tidak ada siapapun yang iri atau cemburu kepada Anda.

Anda tidak bisa bangga kepada diri sendiri ataupun kepada orang lain; sama seperti tidak ada seorangpun yang akan bangga terhadap Anda.

Mengapa?

Karena apa yang Anda miliki, semua orang juga memilikinya.

Apa yang Anda alami, semua orang juga mengalami hal yang sama.

TIDAK ADA PERBEDAAN!

 

Baiklah, sekarang saya ingin bertanya kepada Anda:

  • Apakah model kehidupan seperti itu adalah 100% lebih enak dan lebih baik dari kehidupan didunia ini?
  • Apakah Anda merasa senang karena tidak bisa bersedih lagi?
  • Apakah Anda merasa senang karena tidak bisa merasa lapar lagi?
  • Apakah Anda merasa senang karena tidak bisa kecewa lagi?
  • Apakah Anda merasa senang karena tidak bisa berjuang dan gagal lagi?

 

Atau Anda merasa hidup didunia ini lebih seru? Lebih menantang? Lebih menggairahkan? Lebih berwarna-warni?

Mohon maaf saudaraku, saya bukan hendak menghapuskan harapan Anda akan kehidupan sorgawi yang 100% seragam seperti itu, bukan.

Saya hanya mengingatkan bahwa kehidupan dibumi ini juga tidak kalah indahnya! Juga tidak kalah enaknya!

Saya tahu bahwa banyak keringat, airmata, dan bahkan darah, yang telah kita curahkan dalam rangka hidup dan memperjuangkan kehidupan dibumi ini; namun ingatlah bahwa setelah kesedihan berlalu akan timbul perasaan senang, bangga dan bahagia, karena telah mampu memenangkan “pertempuran kecil” drama kehidupan; sama seperti setelah malam yang gelap gulita, akan segera terbit fajar.

Kita bisa merasa senang, karena telah mengalami perasaan sedih susah.

Kita bisa merasa bangga, karena telah mengalami perasaan direndahkan dan kehinaan.

Kita bisa merasa bahagia, karena telah mengalami berbagai perasaan penderitaan.

 

Dan apapun yang kita alami dalam hidup ini, bersifat sementara! Temporer! Mudah berubah-ubah, silih berganti!

Kadang susah kadang senang!

Kadang lapar kadang kenyang!

Kadang sakit kadang sehat!

Kadang miskin kadang kaya!

Kadang siang kadang malam!

Karena bersifat temporer, kadang kadang, silih berganti, maka kita tidak merasa bosan; ketika tidak ada kita rindukan keberadaannya; ketika sedang ada, kita merasa itu tidak terlalu berharga, dan mengharapkan keberadaan sesuatu yang lain; demikian seterusnya.

 

Karena kita berbeda dengan orang lain, maka ada semangat kompetisi diantara kita. Ada perasaan iri hati, kecemburuan. Ada perasaan ingin mengejar kebanggaan dan kehormatan. Adrenalin kita terpacu untuk mencapai sesuatu yang lebih besar dan lebih hebat dari sebelumnya. Ada kegairahan. Ada semangat. Ada vitalitas. Ada dinamika. Seru!

Karena keadaan dan lingkungan kita juga terus berubah waktu demi waktu, kita menjadi harus bertingkah gesit dan cerdas, serta lebih pandai bersiasat; supaya kita tidak terlindas perubahan lingkungan; bahkan bisa mengelola dan menyiasati lingkungan, dan tampil menjadi pemenang!

Seru!

 

Hidup yang diterima dan disyukuri serta dijalani dengan perasaan ikhlas; baik ketika sedang penuh dengan derai airmata ataupun sedang penuh dengan gelak tawa, maka semuanya bisa menjadi rakhmat dan berkat.

Susah atau senang kita terima dengan ucapan syukur dan sukacita.

Seperti ada tertulis, “Anjing yang hidup lebih baik daripada singa yang mati, karena selama ada hidup, ada harapan.”

Sesusah-susahnya hidup, jauh lebih baik dibandingkan putus asa dan mencari kematian.

Hidup dibumi ini adalah kesempatan terindah yang bisa diberikan TUHAN kepada manusia; kesempatan untuk mencicipi  “masakan hidup” yang spicy, seperti masakan Padang: ada rasa asin, manis, asam, pedas, gurih, bercampur aduk jadi satu secara harmonis, dan “Wooww… so yummy!!”