HIDUP HANYA SEKALI

Success Tips diambil dari buku “SANG MOTIVATOR PEMBEBAS” terbitan Gramedia

Author: Johanes Lim, Ph.D, CPC, CHt

WA: 0857 8017 3862

www.indonesia-inc.com

 

 

HIDUP HANYA SEKALI

 

I expect to pass through this world but once; any good thing therefore that I can do, or any kindness that I can show to any fellow creature, let me do it now; let me not postpone or neglect it, for I shall not pass this way again.

Ettiene De Grellet

Saya berharap menjalani hidup ini sekali saja; oleh karenanya, segala hal baik yang bisa saya lakukan, atau segala keramahan yang bisa saya tunjukkan kepada sesama ciptaan, akan saya laksanakan sekarang. Saya tidak mau menundanya, atau mengabaikannya, karena saya tidak akan melalui jalan ini kembali

Ettiene De Grellet

 

Saya merasa terharu membaca tulisan diatas. Suatu nasehat dan ajakan berbuat kebajikan yang sangat baik dan mengena, dan sepatutnya kita turuti.

Kalau saya renungkan patron kehidupan manusia, sejak lahir sampai dewasa, sampai tua dan akhirnya mati, sesungguhnya kita hanya melewati suatu masa sekali saja, dan tidak akan pernah terulang kembali.

Masa (waktu) yang berlalu, seperti lirik suatu lagu, “River of no return” dimana air mengalir dari gunung kelembah, kesungai, dan akhirnya kelaut. Sekali mengalir turun, maka air yang sama tidak akan pernah kembali ketempat yang sama; demikian juga dengan kehidupan kita!

 

Seperti masa muda yang telah berlalu, tidak akan pernah kita alami kembali, bagaimanapun inginnya kita, bukankah demikian?

Hal yang sama juga berlaku untuk peluang berbuat kebajikan.

Ketika kita diberi kesempatan untuk memberikan pertolongan, kebaikan atau keramahtamahan kepada seseorang yang membutuhkannya…dan jika kita abaikan karena alasan ini dan itu…maka ketika waktu berlalu, sekalipun kelak Anda ingin melakukannya, kesempatan dan orang yang sama, tidak bisa Anda lakukan lagi!

Mungkin orang itu telah pergi jauh, mungkin telah mengalami kerugian dan penderitaan, mungkin telah meninggal dunia…

 

Satu alasan lagi mengapa kita jangan menunda berbuat kebajikan selama dimungkinkan, yakni:

  • Kita belum tentu mempunyai kesempatan yang sama. Esok mungkin terlambat! Bisa saja dihari depan kita tidak lagi mempunyai kemampuan untuk berbuat baik, sekalipun kita mau; apakah karena kita telah menjadi jatuh miskin, sakit dan invalid, atau bahkan…mati!

Sehingga adalah penting dan mendesak, agar kita melakukan kebajikan, sekarang! Mumpung kita masih sanggup!

 

Itikad dan kesadaran bahwa jalan hidup yang kita lalui tidak akan bisa kita koreksi atau ulangi lagi (karena hidup bukan seperti kaset yang bisa diputar balik), membuat kita lebih hati-hati dalam mengelola prilaku, khususnya dalam interrelasi dengan sesama manusia:

  • Agar kita tidak mudah tersinggung, atau marah, atau irihati, atau benci, atau menyakiti orang lain
  • Selama ada kesempatan, tunjukkanlah kebaikan, keramahtamahan, pengampunan, kebesaran jiwa, dan kedermawanan

 

Ingatlah, bahwa kita HANYA SEKALI melewati jalan dan kehidupan ini