Motivasi Bisnis Motivator Bisnis: I AM

motivasi bisnis, motivator bisnis indonesia, inspirator hidup, motivator terbaik, pembicara terbaik, pembicara terkenal, pelatih sukses, pakar industry 4.0, industrial revolution 4.0, pakar revolusi industri 4.0, pakar revolusi industry 4.0, revolusi industry 4.0

Motivasi Bisnis Motivator Bisnis: I AM

Artikel Motivasi Bisnis dari Motivator Bisnis: Dr.Johanes Lim

I AM (Saya adalah)

Sesuai judulnya, I AM memerlukan KATA SAMBUNG yang lain, yang menurut saya, HARUS ANDA DAN SAYA YANG MENGISINYA sendiri; jangan serahkan kepada Pihak manapun juga; baik manusia, setan maupun TUHAN.

Untuk Anda yang memerlukan motivasi bisnis, motivator bisnis indonesia, inspirator hidup, motivator terbaik, pengubah hidup, pembicara terbaik, pembicara terkenal, pelatih sukses, pakar industry 4.0, johanes lim

Detailnya bisa dipelajari di https://bit.ly/3e7L5yW

Karena apapun yang Anda isikan setelah kalimat I AM maka akan menjadi Kepercayaan, Mindset, Perilaku dan akhirnya adalah“Nasib” Anda: baik maupun buruk, sukses maupun gagal, kaya maupun miskin.

Dalam topik I AM ini, saya hendak mengingatkan akan kisah nyata keseharian hidup Anda maupun saya tentang ruginya menjadi orang yang payah, yang tidak mau mampu mengendalikan kehidupan sendiri; yang beraninya hanya pasrah menyerahkan kemudi hidup kepada Pihak lain?!

Padahal, seyogianya, sebagai manusia yang diciptakan secara khusus oleh TUHAN ALLAH, dengan tujuan untuk mendominasi bumi beserta semua isinya, filosofi I AM adalah HUMAN IS THE SECOND BEST CREATOR IN THE UNIVERSE; sehingga dalam keseharian penerap I AM mempercayai bahwa dirinya adalah CO CREATOR untuk kehidupannya dibumi.

Apa yang dipercaya BISA, maka akan BISA!  Dan apa yang dipercaya TIDAK BISA, maka akan TIDAK BISA!

Jadi “nasibnya” bukan lagi tergantung kepada Pihak manapun siapapun

I AM akan memprovokasi dan menantang Anda, agar berani keluar dari status quo

Keluar dari kemarginalan hidup

Dan menjadi AS BEST AS POSSIBLE

Bukan hanya untuk diri Anda sendiri, melainkan juga agar Anda dan saya memberikan HIGH IMPACT kepada masyarakat dan kemanusiaan

Karena Anda akan bisa mematerialisasikan pikiran Anda menjadi kenyataan

Kalau ada diantara Anda yang skeptis atau pesimis terhadap keadaan Indonesia, maka saya perlu mengingatkan bahwa: JANGAN PASRAH! TUHAN TIDAK MERUBAH NASIB, MELAINKAN MERUBAH KITA!

  • Sejak masih sebagai sperma, manusia telah harus berjuang sangat keras, bersaing dengan ratusan juta sperma lain untuk bisa sukses membuahi ovum.
  • Sebagai janin, manusia harus berjuang keras untuk bisa keluar dari rahim ibu dengan selamat.
  • Sebagai anak kecil, manusia harus berjuang keras untuk belajar dan bertumbuh.

BERJUANG MERAIH KESUKSESAN DEMI KESUKSESAN ADALAH FITRAH DAN KARAKTERISTIK MANUSIA UNGGUL!

Pasrah dan menyerah adalah prilaku Pendalih!

  • KEGAGALAN & KEMISKINAN BUKANLAH TAKDIR ILAHI, MELAINKAN PERJUANGAN YANG HARUS DIPERBESAR ENERGINYA!

Seperti kita tidak bisa berkata bahwa bayi ditakdirkan merangkak, karena telah jatuh berulang kali dalam upayanya untuk bisa berjalan!

Untuk bisa menjadi PEJUANG YANG SUKSES MERAIH SUKSES, kita perlu kemampuan dan kemauan untuk memotivasi diri sendiri dan orang lain secara terus menerus

MENJADI POHON BESAR
Usia Johanes Lim hampir 60 tahun, dan sudah lebih 25 tahun menjadi pelatih konsultatif dibanyak perusahaan berbagai skala dan jenis industri, dan tentunya bertemu dengan entah berapa banyak orang yang menjadi Clients.
Saya mengajar tentang strategi dan program sukses kaya, baik untuk pribadi, karier, maupun bisnis.

Saya senang ketika mendapat WA, email, atau telpon langsung dari Peserta ataupun pembaca buku saya, yang mengungkapkan, “Saya berterima kasih atas pengajarannya, sehingga kualitas hidup saya menjadi lebih baik, lebih sukses kaya, dan lebih berbahagia!”
Saya senang, namun masih jauh dari puas. Masih sangat banyak harapan saya terhadap kebergunaan kemanusiaan yang belum terwujud dan masih sangat banyak orang yang membutuhkan pertolongan, yang belum bisa saya tolong.

 
Seperti yang saya ajarkan melalui seminar maupun buku, bahwa saya ingin KITA SEKALIAN memahami kodrat kita, dan tujuan mengapa kita terlahir sebagai manusia.

Kita tidak ada secara kebetulan. Kata Einstein, “TUHAN tidak bermain dadu!”.

Seperti pohon, kodrat kita adalah untuk bertumbuh, membesar, dan bermanfaat optimal.

Seberapa tinggi pohon boleh tumbuh? Seberapa besar pohon boleh tumbuh?

Ya setinggi mungkin, dan sebesar mungkin, sesuai dengan kodrat masing-masing.
Yang perlu dipertanyakan bukanlah seberapa besar atau seberapa tinggi pohon perlu tumbuh, melainkan UNTUK APAKAH POHON TUMBUH MENJADI BESAR DAN TINGGI?

Menurut Johanes Lim, dan menurut kodrat ilahi, tujuan pohon menjadi besar adalah, agar pohon menjadi lebih berguna.

Sebagai pohon besar, ia bisa bermanfaat untuk banyak makhluk untuk berteduh dari panas terik atau angin hujan; juga untuk tempat bersarang dan berlindung; juga untuk menghidupi makhluk lain yang membutuhkan daun, bunga, atau buahnya.

Itulah tujuan dan manfaat, serta kodrat dari MENJADI POHON BESAR!

Jika pohon besar tidak bisa memberi manfaat seperti itu, maka sesungguhnya ia telah bersalah terhadap kodratnya. Sungguh percuma alam telah menganugerahinya talenta dan kodrat menjadi pohon besar!

BUKAN BERAPA LAMA KITA HIDUP, MELAINKAN BAGAIMANA KITA TELAH HIDUP

MENJADI POHON BESAR adalah analogi MENJADI ORANG YANG SUKSES KAYA BERGUNA.

Hampir setiap orang normal, pasti ingin sukses kaya; bahkan ada cukup banyak orang yang sangat berambisi menjadi kaya, sehingga menghalalkan cara untuk mencapainya; apakah dengan menipu, merampok, korupsi, menjual diri, menjual narkoba, dan sejenisnya
Sebagian orang lagi berjuang keras dijalan “halal”, apakah menjadi profesional, pengusaha, ataupun pejabat; dan akhirnya juga berhasil menjadi orang kaya raya.

Pertanyaan Johanes Lim:  

Setelah menjadi orang kaya raya, apakah yang biasanya dilakukan oleh mereka?
Ya, secara umum adalah memuaskan dan menyenangkan diri dan keluarganya sendiri.

Ada yang mempertontonkan kehidupan ala “Jetset”; setiap malam menghamburkan uang puluhan ratusan juta Rupiah untuk pesta pora bersama kalangan “The Have” lainnya.

Kalau kita bandingkan, untuk biaya pesta mereka semalam per-orang, ekuivalen dengan penghasilan buruh selama 3 tahun sampai belasan tahun!!! 

Johanes Lim tidak cemburu atau ingin melarang orang seperti itu untuk menghamburkan uangnya, karena itu toh milik mereka dan hak mereka; namun saya hanya ingin mengingatkan… APAKAH ITU TUJUAN TUHAN MENJADIKAN ANDA KAYA RAYA?

Apakah itu tujuan pohon menjadi besar?


Jika kita sedang sendirian; ketika kita tidak perlu pamer ataupun gengsi dengan siapapun juga; ketika kita hanya berdua, diri kita dan TUHAN…….. APAKAH KITA TELAH MENJALANI KODRAT KITA MENJADI POHON BESAR YANG BERGUNA BAGI BANYAK MAKHLUK LAIN???

Jika belum, mengapa tidak kita mulai dari sekarang?

MARI, JADILAH POHON BESAR!

Mari sahabatku dan saudaraku, kita bersama-sama, kembali kekodratnya, MENJADI POHON BESAR.

Mari kita berpartisipasi secara proaktif menjadi saluran berkat dan rakhmat, menjadi “kepanjangan tangan TUHAN”, untuk melindungi, mengayomi, menolong, dan memberi makan kepada saudara saudari kita yang membutuhkan; ada seratusan juta jiwa saudara sebangsa dan setanah air Indonesia yang hidup dibawah garis kemiskinan, yang sangat membutuhkan keperdulian dan kasih serta bantuan kita.


Uang dan kekayaan adalah penting, dan berguna, serta mutlak harus kita miliki; namun seyogianya, bukan hanya untuk kita tumpuk sampai entah berapa banyak, karena itu menyalahi kodratnya.
Kelimpahan uang adalah diperuntukkan bagi penyaluran berkat, agar seperti got atau kanal, tidak mampat, agar tidak berbau! Ada masuk harus ada keluar. Masuk banyak keluar banyak. Itulah sirkulasi dan hukum hidup, seperti ada tertulis, “Siapa banyak memberi, akan ditambah sampai berkelimpahan”
Coba bayangkan, berapa banyak anak anak terlantar yang akan bisa bersekolah; berapa banyak orang miskin disekitar kita yang tertolong hidupnya; berapa banyak orang yang putus asa yang bisa mempunyai pengharapan lagi…… karena ada “Pohon Besar” seperti Anda yang menyisihkan sebagian kecil dari kekayaannya untuk mereka, saudara saudari kita sebangsa setanah air, sesama manusia!

Percayalah, bahwa apa yang Anda tabur, akan Anda tuai kembali, berlipat ganda. Karena orang miskin tidak bisa membalas kebaikan Anda, maka TUHAN lah yang akan membalasnya.

Dengan demikian, Anda dan kekayaan Anda telah menjalani fitrahnya, kodratnya, “MENJADI POHON BESAR”, sehingga bagi orang seperti itu berlaku, “Dibumi hidup bahagia kaya raya, dan ketika mati masuk Sorga, mendapat Mahkota Kemuliaan!”, suatu perjalanan hidup yang membanggakan, dan tidak sia-sia!

TUHAN tidak percuma menciptakan Anda dan saya, bukan karya kodian, melainkan “Masterpiece”!

Saya hanya mengingatkan bahwa “Tangan diatas lebih enak dari tangan dibawah”, dan satu lagi: Jangan menunda perbuatan baik, karena “esok mungkin terlambat!”

I AM…

https://sangmotivator.com/

WA: 0857 8017 3862