GIGIT TANGANNYA!

Success Tips diambil dari buku “SANG MOTIVATOR PEMBEBAS” terbitan Gramedia

Author: Johanes Lim, Ph.D, CPC, CHt

WA: 0857 8017 3862

www.indonesia-inc.com

 

 

 

GIGIT TANGANNYA!

 

The proverb warns that, ‘You should not bite the hand that feeds you.’ But maybe you should, if it prevents you from feeding yourself.

Thomas Szasz

Pepatah mengingatkan kita bahwa, “Janganlah menggigit tangan yang memberi makan Anda!”; tapi sepertinya Anda harus menggigitnya, jika tangan itu menghalangi Anda dari memberi makan diri sendiri

Thomas Szasz

 

Menolong orang adalah perbuatan baik. Memberi makan orang yang lapar juga perbuatan baik. Memberi uang kepada orang miskin juga adalah perbuatan baik. Secara umum, kata “Memberi” adalah berkonotasi positif dan baik; sehingga orang yang “diberi” biasanya akan mengucap syukur, berterima kasih dan diajar agar “tidak menggigit tangan yang memberinya makan”, artinya, tidak membalas kebaikan dengan kejahatan, atau tidak merugikan orang yang telah menolongnya.

 

Namun, ada hal yang perlu kita perhatikan dan waspadai ketika kita melakukan kebaikan dan pemberian kepada orang yang kita anggap perlu dikasihani dan ditolong: jangan sampai perbuatan baik kita, bahkan pengorbanan kita yang kita pikir adalah amal maik, justru menjadi keburukan atau bencana bagi orang yang kita tolong!

Sebab, jika orang yang lapar selalu kita beri makanan agar bisa makan dan tidak kelaparan; maka ketika hal itu menjadi kebiasaan, bahwa ia/mereka tinggal menunggu dan tinggal membuka mulutnya, ketika makanan datang.

Perbuatan baik Anda telah mengenyangkan perut orang yang lapar, tapi telah membuat lapar mental dan prilaku yang baik: orang menjadi malas bekerja, dan hanya menunggu diberikan belas kasihan! Anda telah mengubah orang lapar menjadi pengemis!

Ketika hal itu terjadi, maka Anda telah mengubah perbuatan baik menjadi bencana!

 

Memberikan makanan atau uang secara terus menerus kepada orang miskin atau pengangguran, akan membuatnya lemah dan ketergantungan. Seperti pecandu narkoba!

Menolong orang haruslah bersifat kausatif (mengobati penyebab utamanya) dan bukan simptomatik (gejala atau yang kelihatan). Jangan seperti program BLT (bantuan langsung tunai) yang dilakukan Pemerintah, yang hanya seperti memberi es cream kepada orang yang dahaga, malahan membuatnya semakin haus.

Orang bisa miskin karena tidak memperoleh penghasilan yang nilainya lebih besar dari kebutuhan biaya hidupnya; apakah karena ia pengangguran, apakah karena penghasilannya tidak memadai.

Jadi solusinya ialah:

  • Latih dan mampukan mereka dengan berbagai keterampilan praktis, agar bisa dipergunakan mencari nafkah memadai; kemudian berikan kesempatan, agar mereka bisa berkarya, apakah sebagai karyawan ataupun wirausahawan.

 

Jadi, bagi Anda yang selalu disuapi dan diberi makan oleh orang yang mengira telah berbuat baik, maka saran saya, “GIGITLAH tangan yang memberi makan itu!” agar Anda bisa menggunakan tangan Anda sendiri untuk menafkahi diri Anda sendiri dan keluarga.

Katakan: Saya bukan pengemis! Saya bukan orang invalid!