JANGAN TAKUT BERPIKIR

Success Tips diambil dari buku “SANG MOTIVATOR PEMBEBAS” terbitan Gramedia

Author: Johanes Lim, Ph.D, CPC, CHt

WA: 0857 8017 3862

www.indonesia-inc.com

 

 

JANGAN TAKUT BERPIKIR

 

I do not feel obliged to believe that that same GOD who has endowed us with sense, reason, and intellect has intended us to forego their use.

Galileo Galilei

Saya tidak percaya bahwa TUHAN yang sama yang telah menganugerahi kita dengan perasaan, akal budi, dan intelektual, menginginkan agar kita tidak menggunakannya

Galileo Galilei

 

Saya bisa memahami mengapa Galileo mengatakan hal diatas, karena pada jamannya (bahkan juga sampai sekarang) masih juga ada pengajaran dan himbauan agar kita sebagai umat manusia tidak menggunakan akal budi dan kepandaian kita, untuk mengeksplorasi dan mengeksploitasi aneka sumberdaya kehidupan, sehingga bisa mencapai prestasi, penemuan dan keunggulan kemanusiaan yang luarbiasa.

Masih cukup banyak orang yang karena keyakinannya terhadap kepercayaan tertentu dan terhadap ketuhanan tertentu, merasa tabu jika manusia menggunakan segenap potensi pikirannya dan kekuatan dirinya sendiri untuk hidup.

Orang orang yang “rohani” itu merasa bahwa jika kita menggunakan akal budi dan kekuatan serta potensi kemanusiaan kita sendiri, maka sama artinya dengan tidak menghargai TUHAN; tidak mengandalkan TUHAN; sehingga bisa dikategorikan sombong, dan berdosa!

 

Menurut mereka, manusia yang saleh itu harus merendahkan diri, harus menganggap dirinya tidak mampu, merasa tidak bisa apa-apa, lemah, tidak berdaya, sehingga sepanjang hidupnya hanya mengandalkan kemurahan dan anugerah TUHAN agar bisa hidup.

Masih menurut mereka, jika kita merasa kuat dan merasa mampu, maka sama artinya dengan mengecilkan peran dan kuasa TUHAN dalam hidup kita. Dan itu adalah perbuatan dosa!

Bahkan ada yang mengajarkan, “Terkutuklah manusia yang mengandalkan dirinya dan kekuatannya sendiri!”

 

Seperti yang dirasakan dan dikatakan Galileo bahwa pengajaran itu adalah hal yang absurd, tidak masuk akal, tidak waras, dan tidak manusiawi. Bahkan menurut saya: TIDAK ROHANI SAMA SEKALI!

Bagaimana mungkin disatu sisi diajarkan bahwa manusia adalah ciptaan TUHAN yang paling sempurna, paling baik dan paling hebat, paling berakal budi, komplit, karena diciptakan menurut gambaran TUHAN sendiri.

Manusia berbeda dengan khewan dan tumbuhan, karena manusia diperlengkapi dengan akal dan budi.

Dengan potensi akal budi yang hebat itulah makanya manusia bisa keluar dari kehidupan primitif yang khewani, sehingga bisa menciptakan berbagai macam kemajuan dan teknologi, yang tidak bisa dilakukan oleh khewan manapun juga!

Manusia yang berpikir bisa mengeksplorasi luar angkasa maupun perut bumi! Berbagai penemuan baru yang spektakuler terus ditemukan, dengan kurun waktu yang lebih cepat, dan dengan kecanggihan yang lebih hebat.

 

Nah, apakah masuk akal dan manusiawi atau ilahi, jika TUHAN yang sama, yang telah menciptakan manusia dengan berbagai macam potensi keunggulan akal budi itu, berniat agar manusia tidak menggunakannya?!

  • Waraskah anggapan bahwa TUHAN membenci manusia yang berpikir??!
  • Salehkah orang yang mengajarkan bahwa manusia harus merendahkan dirinya sendiri, dan menganggap dirinya bodoh, tidak mampu, payah, agar TUHAN nampak besar dan hebat?
  • Ibaratnya, supaya TUHAN nampak tinggi, maka kita sekalian diminta berbaring atau jongkok!?
  • Ibaratnya, supaya TUHAN nampak penglihatanNYA lebih bagus dan terang, dengan cara mencolok mata kita agar buta separuh atau buta total, sehingga yang paling hebat adalah TUHAN?!

 

Mohon maaf saudaraku, itu bukan pengajaran sehat, melainkan sesat!

Itu bukan mempermuliakan TUHAN melainkan menghinaNYA!

  • Itu adalah pemikiran dan modus operandi dukun tradisional, yang karena ingin bisa terus mengelabui dan memperbudak masyarakat, maka dengan berbagai tipu daya mengajarkan berbagai macam tabu dan takhayul; agar rakyat tidak berani berpikir; agar rakyat tetap bodoh; sehingga terus bisa dibodohi dan diperah!

 

Galileo paham betul bahwa ketika orang dilarang untuk berpikir atau menggunakan pikirannya, maka manusia akan menjadi bodoh.

Ketika orang menjadi bodoh, maka yang berfungsi adalah emosinya, dan bukan rasionya; sehingga mudah dipengaruhi, ditakut-takuti, dan dikendalikan hidupnya.

 

Karena itu saudaraku, jangan percaya terhadap siapapun yang mengajarkan bahwa TUHAN tidak senang kepada manusia yang mau mampu menggunakan akal budinya.

TUHAN pasti senang dan bangga, jika manusia bisa dan mau berpikir, karena untuk itulah manusia diciptakan, dan dinamakan manusia, bukan lembu.

Yang ingin kita tetap bodoh dan tidak mau mampu berpikir adalah orang yang ingin memperdaya, membodohi, dan memperbudak kita, demi keuntungannya, demi keunggulannya, dan demi kelestarian kekuasaannya.

TOLAK ! LAWAN !