TIDAK ADA MAKAN SIANG GRATIS!

Success Tips diambil dari buku “SANG MOTIVATOR PEMBEBAS” terbitan Gramedia

Author: Johanes Lim, Ph.D, CPC, CHt

WA: 0857 8017 3862

www.indonesia-inc.com

 

 

TIDAK ADA MAKAN SIANG GRATIS!

 

A free lunch is only found in mousetraps.

John Capuzz

Makan siang gratis hanya ditemukan diperangkap tikus

John Capuzz

 

Kata “GRATIS” atau “FREE” sangat hipnotik, sehingga sering dipergunakan untuk memikat minat dan mata orang agar melihat penawaran kita; baik untuk iklan di internet, media cetak maupun elektronik; dan herannya….. bukan hanya orang “kecil” atau orang susah yang tertarik dengan kata “GRATIS” itu, melainkan juga orang “besar” atau orang kaya.

Padahal kita semua tahu bahwa TIDAK ADA YANG CUKUP BERHARGA DARI HAL GRATISAN!

Apapun yang gratisan, secara esensial pasti tidak cukup berharga; dan pasti ada “udang dibalik rempeyek”, ada tujuan promotif dibalik penawaran hal gratisan.

Tidak ada yang 100% gratis dan bagus!

Tidak ada yang 100% gratis dan berguna!

 

Bagi orang yang naif, yang mengharapkan hal bagus dan berguna dari penawaran gratisan, pasti kecewa. Kalau orang itu mengumpat, merasa dibodohi, maka ia termasuk orang yang –bukan hanya naif, dan bukan hanya bodoh-, melainkan juga jahat dan serakah!

Kok berani beraninya menuntut kepuasan dari hal gratisan?

Apakah orang itu tidak berpikir, “Memangnya Anda siapanya si pemberi gratisan? Saudara ya bukan! Teman ya bukan! Berhutang kepada Anda ya tidak! Jadi, apa obligasinya untuk memberi Anda hal berguna secara gratisan??!”

 

Sedangkan bagi orang yang lumayan bijaksana, atau yang sudah tahu tentang filosofi hal gratisan, respons nya terhadap penawaran gratisan ya wajar dan normal saja; memahami bahwa penawaran gratisan adalah media untuk mendapatkan income dari hal bayaran.

Jika topik dari penawaran gratisan cukup menarik, ya diambil dan dinikmati apa adanya; sedangkan jika tidak menarik, ya tidak diambil; tanpa merasa kecewa, jengkel ataupun diperdaya.

 

Secara umum, cukup banyak orang yang masuk kategori “Free Stuffs Hunter!”, atau “Sipemburu barang gratisan”, baik diinternet maupun dikehidupan sehari-hari; dan ada saja yang memanfaatkannya.

Kalau Anda perhatikan, cukup sering Pembicara Publik yang menerapkan strategi memberikan “Free Seminar” 1-3 jam. Mereka berani mengeluarkan uang belasan juta Rupiah untuk memasang iklan dan menyewa ruangan hotel untuk acara seminar gratis itu.

Harapannya, pasti banyak orang yang berminat datang, karena kan gratisan?!

Metodologinya:

  • Ketika orang sudah berkumpul, sampaikan “kulit kulitnya” saja atau “garis besarnya” atau “keuntungannya jika kelak menerapkannya” dari subjek bahasan.
  • Dengan harapan, ketika orang sudah tertarik, bernafsu, dan ingin mengetahui lebih jauh, atau ingin mendapat lebih banyak…… barulah suruh mereka membelinya!

 

Kalau menurut pengamatan dan pengalaman saya, menerapkan strategi “Seminar Gratis” tidaklah cukup berguna, apalagi menghasilkan uang!

Karena pertama, dalam kata “GRATIS” sudah tersurat dan tersirat dibenak orang bahwa ia akan mendapatkan penawaran itu secara cuma-cuma, tanpa perlu mengeluarkan uang serupiahpun; sehingga secara mental, ia tidak siap dan tidak bersedia untuk mengeluarkan uang, andaikan kelak diperlukan!

Kedua, sesungguhnya, para “Free Stuffs Hunters” itu adalah mereka mereka juga! Mereka akan berkeliling menghadiri setiap penawaran free seminar dari para Pembicara; sekalipun setiap acara hanya mendapat “setetes dua tetes manfaat” tapi “Lumayan, namanya juga gratisan” kata mereka, “Toh lama lama akan menjadi segelas juga! He he he..”

Jadi, sekalipun kelas penuh, tapi isinya ya para “Penggembira” itu!

 

Nah, kalau begitu, berarti kita hanya ibarat “menjaring angin” dengan strategi promosi “GRATIS”; kita hanya akan mendapatkan “si bukan siape siape” yang hanya mengejar barang gratisan, namun tidak punya uang, atau tidak bersedia mengeluarkan uang!?

Memang akan berkumpul banyak Massa, namun hanya seperti para “bonek” (bondo nekad) bagi pertandingan sepak bola!

Jadi, apakah itu feasible untuk diterapkan?

 

Jika Anda melihat “Free Stuffs” yang ada didunia maya, prinsip dasarnya ya sama saja: barang gratisan itu ditawarkan oleh Netter yang mengharapkan bisa mendapat uang dari pengunjung websitenya.

Kalau mereka penjual ebook (electronic book, buku elektronik), maka akan diberikan free ebook yang hanya membahas semacam sinopsisnya; sedangkan jika ingin yang lengkap ya harus beli.

Kalau ia menjual software, maka akan diberikan free trial nya. Jika kelak mau berlanjut, ya harus beli.

 

Isi “Free Stuffs” akan lumayan berbobot dan berguna (agar banyak orang yang mengunjungi websitenya), jika ditawarkan oleh Netter yang mentargetkan traffic banyak dan ranking tinggi pada websitenya; agar ia dapat mendapat uang dari para pemasang iklan atau sponsor.

  • Hal cukup bagus yang ditawarkan secara gratis, biasanya berkenaan dengan charity, ataupun keagamaan; sebagai bentuk amal ibadah dari pemberinya.

 

Tujuan saya membahas topik ini adalah agar kita semua paham, tentang makna dan tujuan kata dan hal “GRATISAN”; sehingga kita bisa menyikapinya secara bijaksana.

JANGAN MENGHARAPKAN ADA HAL BAGUS DAN BERGUNA DARI YANG GRATISAN!

Sesungguh-sungguhnya, kalau sesuatu cukup berharga, tidak mungkin gratisan!

Jadi camkanlah dibenak dan hati Anda:

  1. Untuk mendapatkan hal bagus, berguna, mulia, pasti ada harga dan pengorbanan yang harus kita bayar!
  2. Jangan merasa keberatan ataupun enggan jika harus membayar mahal untuk hal yang bagus
  3. Dan jangan sekali kali mengharapkan ada siapapun yang memberikan hal bagus berguna secara gratisan kepada Anda! JANGAN!! Karena itu nyaris mustahil!

 

Kalau ada orang (atau siapa saja) yang menawarkan sesuatu secara gratis dan bagus, jangan percayai! Waspadalah! Pertanyakanlah!

Ada apa kok Anda memberikan saya barang bagus secara gratis?

Apa motif Anda?

Saya bukan saudara Anda, bukan teman, kok Anda begitu baik?

HATI-HATI!

Kalau ada “sepotong keju nganggur atau gratis” maka biasanya berada pada perangkap tikus!

Tikus yang tidak waspada, naif, serakah, atau bodoh, akan menganggapnya sebagai hadiah, anugerah, hak, berkah; dan akan segera memakannya!

Ujung ceritanya Anda pasti sudah tahu, bukan?

 

Iblis, setan, dan antek-anteknya, akan menerapkan strategi serupa:

  • Pada mulanya, mereka akan menawarkan kenikmatan gratis; apakah kenikmatan sex bebas, kenikmatan narkoba, ataupun kenikmatan lainnya.
  • Nah, setelah Anda masuk perangkap, merasa ketagihan, barulah gantian mereka meminta “bayaran” plus “bunganya”, yakni harta Anda, kesehatan Anda, kehormatan Anda, kebahagiaan Anda, masa depan Anda, keluarga Anda, dan hidup Anda sendiri!

 

Ingat saudaraku, seperti yang saya tulis dalam buku “NO PAIN NO GAIN”, “Jangan mengharapkan hadiah tanpa keringat”

 

Contoh lain:

Bagi orang Nasrani yang sering mendengar pengajaran bahwa “Keselamatan dari TUHAN adalah gratis! Tinggal terima saja!” saya perlu mengingatkan Anda agar tidak salah kaprah, dan agar jangan sampai ujungnya Anda tidak selamat.

Ingat:

  • Menerima keselamatan itu memang 100% gratis, karena itu adalah anugerah! Namun, untuk mempertahankannya agar Anda tetap selamat sampai akhirnya, perlu perjuangan dan pengorbanan lahir batin!

Ibaratnya adalah seperti Anda diberi “Tiket pesawat” agar Anda bisa pergi ketujuan tertentu, pada tanggal dan jam tertentu.

Tiketnya memang gratis, jika dipergunakan dengan pesawat, tujuan, dan waktu, yang telah ditentukan.

Namun pertanyaannya:

  • Apakah Anda bisa tetap konsisten menjaga “Tiket” itu agar tidak rusak dan tidak hilang; dan apakah Anda bisa datang tepat waktu untuk “check-in” pada hari keberangkatan?

Itu perlu perjuangan dan tanggung jawab yang besar, tidak gratisan!