Disruptive Innovation Pakar Revolusi Industry 4.0

revolusi industri 4.0, industrial revolution 4.0, pakar revolusi industri 4.0, industry 4.0, radio bisnis pasfm, johanes lim, pakar revolusi industry 4.0, revolusi industry 4.0

Kata HYBRID Johanes Lim tambahkan dikalimat DISRUPTIVE INNOVATION, bukan tanpa alasan

Pertama, karena kata DISRUPTIVE INNOVATION yang sangat populer sejak dicetuskan pertama kali oleh Prof.Clayton M. Christensen dan Joseph Bower pada artikel “Disruptive Technologies: Catching the Wave” di jurnal Harvard Business Review (1995). Kemudian pada bukunya “The Innovator’s Dilemma”, (1997) Christensen memperkenalkan The Disruptive Innovation Model; bukan hanya terkesan sulit dicerna oleh Pemimpin bisnis secara umum; melainkan juga kata DISRUPTIVE atau MENGGANGGU, yang dipersepsikan dengan menciptakan DISRUPTIVE INNOVATION pada perusahaannya, malahan menjadi semacam CANNIBALISM, memangsa produk/jasa atau existing business nya sendiri; yang berakibat: produk atau bisnis baru yang dianggap Disruptive itu belum memberikan hasil, malahan omzet existing business sudah terlanjur tergerogoti oleh diri sendiri

Saya tambahkan kata HYBRID dengan maksud agar sekalipun produk atau bisnis baru Anda memiliki karakteristik DISRUPTIVE INNOVATION, namun TIDAK MENGGANGGU existing products atau existing business Anda; melainkan bisa DIJALANKAN SECARA PARALLEL. Manfaatnya adalah perusahaan Anda mendapatkan DOUBLE INCOME OPPORTUNITY; berbarengan mengantisipasi dan memblock datangnya New Competitor yang mungkin saja bisa mendisrupsi bisnis Anda jika tidak Anda dahului dan blokir

Produk/jasa atau bisnis Anda yang menerapkan HYBRID DISRUPTIVE INNOVATION bisa saja dikemudian hari menjadi JAUH LEBIH BESAR MENGUNTUNGKAN dibandingkan produk atau bisnis lama Anda

ITULAH MAKSUD TUJUAN JOHANES LIM menyampaikan CREATING HYBRID DISRUPTIVE INNOVATION sebagai keunggulan menang bersaing baru, yang saya sampaikan dalam seminar sehari berjudul HOW TO WIN INDUSTRIAL REVOLUTION 4.0 dan yang lebih detail kongkritnya, dalam seminar SMIoT (Sales Marketing Internet of Things) 2020 UNTUK MENGGANDAKAN HASIL BISNIS (Sales, Profit, Growth) ANDA DITAHUN 2020

Lantas mengapa Pemimpin bisnis di era Revolusi Industri 4.0 ini memerlukan CREATING HYBRID DISRUPTIVE INNOVATION?

Ada 2 alasan penting yang Johanes Lim temukan dilakukan oleh banyak perusahaan sebagai kebiasaan:

MYOPIA INNOVATION MINDSETadalah sikap mental, budaya dan kebiasaan banyak perusahaan besar sedang kecil; yang tidak memasukkan INNOVATION sebagai salah satu strategi dan program bisnisnya; sehingga sekalipun bisa exist selama bertahun tahun, namun tidak mempunyai persiapan product atau business development yang inovatif.

Mereka bersifat praktis pragmatis saja: Jika sudah BERUNTUNG mempunyai produk/jasa yang awalnya memberikan hasil bisnis bagus, maka selama bertahun tahun terlena saja mengulang ulangi business as usual; sekalipun semakin hari kinerja bisnis semakin menurun digerogoti oleh kompetisi

Sebagian Pebisnis lagi tidak mau repot pusing mengalokasikan waktu, energi dan budget untuk menciptakan inovasi sendiri; melainkan secara santai memantau saja produk atau bisnis apa yang sedang laris dan atau trending; maka tinggal mereka import dan atau ageni dan atau tiru. Jika BERUNTUNG, maka merekapun tetap bisa hidup, sekalipun hanya dari remah remah market share yang porsi besarnya sudah dilahap oleh Inventor dan para pendahulunya

MYOPIA INNOVATION MINDSET Johanes Lim maksudkan sebagai analogi “penglihatan dekat atau rabun jauh” yakni keadaan orang yang TIDAK BISA MELIHAT JAUH KEDEPAN atau kerennya TIDAK VISIONER, tidak punya visi besar jauh; melainkan hanya mau mampu uyak uyek melihat hal dekat disekitarnya

Bukan selalu jelek, karena untungnya adalah tidak repot belajar dan berpikir. Baru terasa jelek adalah ketika bisnisnya menjadi usang, dan ditinggal Customer karena menjadi tidak relevan lagi untuk dibeli

OLD FASHIONED SUSTAINING INNOVATION atau biasa dikenal dengan CONTINUOUS INNOVATION, yakni secara berkesinambungan berupaya MENINGKATKAN DAYA SAING EXISTING PRODUCT atau BUSINESS nya; dengan cara membuatnya lebih baik.

Perilaku yang sangat bagus dan beradab menurut saya, karena punya tekad dan program meminta feedback dari pasarnya agar bisa memuaskan KEBUTUHAN PELANGGANNYA secara berkesinambungan.

Namun menjadi celaka, jika Pebisnis lupa bahwa sekarang adalah eranya REVOLUSI INDUSTRI 4.0, dimana banyak Pebisnis baru bahkan Junior, TIDAKLAH MAU BERSAING HEAD TO HEAD dengan Market Leader atau Corporations yang melakukan SUSTAINING INNOVATION, melainkan mencari tahu APA YANG MENJADI HARAPAN PELANGGAN DIMASA DEPAN, DAN MEMENUHINYA SEKARANG, memanfaatkan DISRUPTIVE TECHNOLOGY elemen bawaan Industry 4.0, bermain di market niche sebagai Startup

Karena belum menjadi KEBUTUHAN, maka biasanya market size nya masih kecil, sehingga tidak terperhatikan oleh Market Leader dan atau Corporation; sampai mereka terhenyak kaget ketika suatu hari menemukan bahwa omzet dan market share nya terus merosot, yang ternyata digerogoti oleh pemain baru yang berhasil menemukan dan MEMUASKAN HARAPAN KONSUMEN DIMASA DEPAN, SEKARANG!

Nah, CREATING HYBRID DISRUPTIVE INNOVATION Johanes Lim maksudkan agar disatu sisi perusahaan Anda tetap menghasilkan income DARI MEMENUHI KEBUTUHAN EXISTING CUSTOMER Anda; berbarengan seolah olah menjadi Startup yang berusaha MEMENUHI HARAPAN DARI FUTURE CUSTOMER ANDA, SEKARANG; sehingga Anda berpotensi mendapatkan double income dan bisa terus melaju pesat hebat dihari ini dan esok

Detailnya bisa dipelajari di https://bit.ly/3e7L5yW

#revolusiindustri40 #pakarrevolusiindustri40 #industry40 #industrialrevolution40 #radiobisnispasfm #johaneslim