TERTAWA LEBIH GAMPANG DARIPADA BERPIKIR

Success Tips diambil dari buku “SANG MOTIVATOR PEMBEBAS” terbitan Gramedia

Author: Johanes Lim, Ph.D, CPC, CHt

WA: 0857 8017 3862

www.indonesia-inc.com

 

 

 

TERTAWA LEBIH GAMPANG DARIPADA BERPIKIR

 

Do you know why most people choose entertainment than education? Because they know that laughing is much easier than thinking!

Johanes Lim

Tahukah Anda mengapa banyak orang memilih hiburan daripada pendidikan?

Karena mereka tahu bahwa tertawa jauh lebih mudah daripada berpikir!

Johanes Lim

 

Saya sering ditanya oleh Clients maupun peserta seminar saya tentang, “Bisnis apakah yang paling menjanjikan keuntungan?”

Saya menjawab, “Pertama, bisnis makanan minuman; dan kedua bisnis hiburan”

Alasannya?

  • Dalam keadaan stress atau senang, orang pasti perlu makan minum, dan perlu hiburan.
  • Kunjungilah semua mall, yang paling ramai adalah foodcourt atau tempat makan minum. Sedangkan toko lainnya nampak lengang, kecuali jika sedang sale 70%!
  • Saksikanlah semua stasiun TV, maka yang paling dominan dan digemari adalah acara hiburan (musik, lawak, reality show, games, dsj), termasuk infotainment yang sarat dengan gosipan. Peringkat kedua adalah acara berita dan talkshow. Sedangkan acara pendidikan, pengetahuan, keagamaan, dan sejenisnya, entah masuk ranking berapa?

 

Kalau Anda bertanya, “Kenapa kok stasiun TV tidak memperbesar porsi penayangan acara pendidikan, agar turut aktif mencerdaskan bangsa? Kenapa malahan mempopulerkan gosip?”

Jawabannya sederhana, “Karena menjual program edukasi tidak laku, sedangkan acara hura hura mendatangkan banyak iklan! Jadi, karena mereka adalah pebisnis, tentu saja hanya memberi apa yang diminta pasar!”

 

Kalau saya ditanya, “Kalau saya ingin cepat kaya dan terkenal, tapi nggak punya modal, sebaiknya menjadi apa yaa?”

Maka saya akan menjawab, “Jadilah Entertainer!”

Alasannya?

  • Pertama, karena menjadi Entertainer jauh lebih mudah dan cepat, serta tidak perlu syarat pendidikan akademis tertentu. Juga tidak perlu harus tinggi atau pendek, bagus rupa atau buruk rupa; gemuk atau kurus; pria atau wanita atau waria; semua bisa difasilitasi.
  • Asalkan Anda bisa menghibur, apakah sebagai penyanyi, pelawak, pemain sinetron; kemudian diorganisir oleh Talent Management yang bagus, maka dalam waktu relatif singkat, Anda pasti bisa kaya dan terkenal.
  • Kedua, peminatnya luarbiasa banyak. Dengan kata lain, pasarnya besar dan luas, sehingga potensial untuk jadi uang.
  • Perhatikanlah, tidak ada satu acara apapun –keagamaan, politik, seminar, dsj- yang bisa mengungguli banyaknya massa yang bisa dikumpulkan oleh acara hiburan. Jangankan orang biasa, Presiden sekalipun, paling hebat bisa mengumpulkan belasan ribu massa untuk mendengarkannya pidato. Namun penyanyi dangdut, bisa menarik massa puluhan ribu orang, tanpa perlu dibujuk atau dipaksa!

 

Nah kalau Anda bertanya, “Kenapa kok acara hiburan bisa begitu digemari? Dan kenapa acara pendidikan tidak laku?”

Maka saya menjawab enteng, “Ah itu hal lumrah, manusiawi. Banyak orang lebih mudah dan senang jika disuruh tertawa; dan merasa pusing jika disuruh berpikir!”

Memang benar saudaraku, mayoritas manusia lebih menyukai hiburan daripada edukasi. Coba perhatikan, jika Anda sedang mendengarkan radio, acara apakah yang Anda dengarkan? Musik, berita, keagamaan, pendidikan, seminar?

Ya, benar, musik, atau lagu.

Apakah itu salah?

Tidak juga.

Itulah fakta, realita kehidupan sosial.

 

Fakta itu menginspirasi bahwa persaingan ditingkat intelektual itu sedikit, sehingga siapa saja yang mau menyukai edukasi lebih banyak dari hiburan, pasti mudah meraih keunggulan.

Jadi saran saya kepada Anda sebagai SANG MOTIVATOR:

  • Menghibur diri dan bersenang senang adalah baik dan perlu, agar tidak stress dan kaku; namun terus belajar dan meningkatkan kompetensi diri adalah HARUS; karena otak itu seperti perangkat elektronik, jika jarang dipakai maka IC nya bisa rusak, atau istilahnya, “karatan” karena jarang dipakai
  • Kita harus seimbang: Mudah dan senang tertawa, sekaligus mudah dan senang berpikir