Making Woman 4.0 Pakar Revolusi Industry 4.0

revolusi industri 4.0, industrial revolution 4.0, pakar revolusi industri 4.0, industry 4.0, johanes lim, pakar revolusi industry 4.0, revolusi industry 4.0

Maksud Johanes Lim membahas MAKING WOMAN 4.0 adalah menginspirasi, menyemangati, dan memberdayakan wanita, agar memahami menguasai INDUSTRY 4.0

Kalau Mitra Bisnis bertanya, KENAPA? APA ALASANNYA? APA TUJUANNYA?

Ada dua alasan utama:

Alasan Pertama

Saya heran terhadap sedikitnya persentase wanita yang menduduki jabatan sebagai Board Of Director diperusahaan swasta, publik maupun BUMN

Saya berikan temuan dan analisis saya tentang hal itu:

Perusahaan saya mempunyai databased perusahaan skala menengah besar di Indonesia; dari 24 ribuan perusahaan, komposisi wanita yang menjadi Direksi adalah 9% an

Sedangkan menurut data Public Listed Company di Indonesia, jumlah WANITA yang menjadi PRESIDENT DIRECTOR adalah 8% dari total perusahaan publik yang berjumlah 649 perusahaan

Jumlah WANITA yang menjadi DIRECTOR adalah 12% DARI TOTAL dua ribuan BOD di 649 perusahaan

Karena saya belum menginterview secara langsung menanyakan kepada wanita yang menjadi Direksi dan atau belum menjadi Direksi sampai purna tugasnya, maka saya tidak bisa memastikan faktor penyebabnya

Namun sebagai Business Success Coach yang sudah 25 tahun malang melintang membawakan pelatihan dan konsultasi dianeka skala perusahaan dan jenis industri, dari Lhokseumawe sampai Manokwari; saya bisa menduga bahwa ada 3 Determinants mengapa jumlah wanita berposisi Direksi persentasinya sangat kecil:

SATU:

Secara umum, masih banyak wanita yang disuruh percaya bahwa FITRAHNYA SEBAGAI WANITA adalah TULANG RUSUK SUAMI, DAN BUKAN TULANG PUNGGUNG RUMAH TANGGA; sehingga tidak berkewajiban all-out mencari nafkah

Bahkan dalam kehidupan suami istri ada istilah: WORKSHOP! Suami WORK, Istri SHOP! Hahahaha…

DUA:

Kepercayaan terhadap fitrah seperti itu mempengaruhi AMBISI WANITA, menjadi TIDAK CUKUP AMBISIUS UNTUK SUKSES KARIER sebagai Profesional dan atau MENJADI KAYA RAYA SEBAGAI PEBISNIS

Memasuki dunia kerja dan atau bisnis hanya temporer atau mengisi waktu saja, sampai menikah dan atau mempunyai anak

TIGA:

Karena tidak agresif ambisius mempersiapkan Mindset & Skillset secara memadai, maka wajar saja jika sangat kecil persentase wanita yang menduduki jabatan Direktur

Padahal menurut Johanes Lim, kalau saja wanita diinspirasi dan diberdayakan, bahwa wanita punya equal right and responsibility dengan pria; dan tergerak ambisinya untuk berprestasi dan meraih posisi puncak; peluang sukses wanita jauh lebih besar dibandingkan pria

Saya pribadi lebih mempercayai wanita untuk memimpin bisnis, karena lebih serius dan bertanggung jawab; lebih emphatik dalam berinterelasi dengan karyawan maupun relasi bisnis; lebih mudah diterima ketika membina Business Networking; dan lebih bisa dipercaya dalam keuangan, lebih tidak gampang khilaf korupsi, karena sebagai wanita tidak butuh extra cost untuk membiayai godaan sexual, seperti yang sering terjadi pada executive pria yang korupsi karena punya extra biaya MENGHIDUPI CEM-CEMAN NYA

Alasan Kedua:

Sekarang adalah jamannya IR4.0 yang masih kategori baru, serta berbeda sama sekali dengan 3 revolusi industri sebelumnya; dimana semua dari kita, baik pria maupun wanita, mempunyai kesempatan yang sama; bisa mempelajari, menguasai, dan menerapkan IR4.0 MULAI DARI TITIK NOL YANG SAMA

Wanita tidak lagi perlu merasa “kalah hawa” dengan eksekutif pria; jangan lagi merasa kalah jam terbang atau kalah business competencies; karena sesungguhnya IR4.0 telah meluluhlantakkan fondasi bisnis konvensional; apa yang dijaman kemarin dianggap sebagai kunci sukses, menjadi usang dan tidak relevan lagi dijaman Now ini

Nah MAKING WOMAN 4.0 artinya meng encourage Mitra Bisnis wanita agar juga agresif andil memajukan memakmurkan menghebatkan perusahaannya dengan menerapkan elemen Industry 4.0

Detailnya bisa dipelajari di https://bit.ly/3e7L5yW

#revolusiindustri40 #pakarrevolusiindustri40 #industry40 #industrialrevolution40 #radiobisnispasfm #johaneslim