Superman Pakar Revolusi Industry 4.0

revolusi industri 4.0, industrial revolution 4.0, pakar revolusi industri 4.0, industry 4.0, johanes lim, pakar revolusi industry 4.0, revolusi industry 4.0

APAKAH HANYA PEMIMPIN SUPERMAN YANG BISA MENERAPKAN INDUSTRY 4.0?

Menurut Johanes Lim, tugas utama Pemimpin bisnis bukanlah menjadi semacam DOKTOR BISNIS yang pintar dan menguasai aneka business skills canggih sehingga seperti SUPERMAN yang tahan bacok tahan tembak, hahahaha…

Mungkin boleh saja Anda menjadi PEMBELAJAR yang setiap hari sibuk memenuhi isi kepala Anda dengan aneka ilmu terkini termasuk Industry 4.0, sehingga Anda menjadi PAKAR MANAJEMEN BISNIS… jika target Anda adalah ingin menjadi Business Coach seperti Johanes Lim misalnya, hahaha…; atau jika Anda adalah LONE RANGER, yang mengelola bisnis Anda sendirian, dan atau yang jika tidak ada Anda maka bisnis Anda macet; seperti Pedagang toko kelontong misalnya

Namun jika Anda mengelola perusahaan yang memiliki Karyawan, apalagi perusahaan skala menengah-besar, maka yang vital diperlukan bukanlah kepintaran kehebatan teknis Anda seorang diri; melainkan Leadership dan Managerial Skills Anda untuk membangun SUPERTEAM; memilih, merekrut dan memberdayakan Karyawan yang mempunyai kompetensi dan passion YANG TIDAK ANDA KUASAI, untuk melakukan tugas dan mencapai hasil dari hal YANG TIDAK PERLU ANDA LAKUKAN SENDIRI

Saya mengibaratkan perusahaan itu ibarat KERETA API. Pemimpin Bisnis adalah MASINISNYA. BOD adalah LOKOMOTIFNYA. Karyawan adalah GERBONGNYA. Penggeraknya adalah Strategi, Program dan Anggaran.

Nah, hasil akhirnya apakah kereta api tsb akan sampai ke stasiun tujuan ataukah tidak? Itu semua tergantung dari MASINIS DAN LOKOMOTIF nya, yang menentukan arah dan memutuskan kapan bergerak kapan berhenti. Sedangkan GERBONG hanyalah mengikut saja kemana LOKOMOTIF menuju.

Kalau yang saya tulis dalam buku ketujuh saya BUSINESS DOCTOR yang diterbitkan Gramedia, “LEADER DETERMINES COMPANY’S DESTINY”, Pemimpin menentukan nasib perusahaan, baik maupun buruk, untung maupun rugi, membesar maupun mengecil; jadi secara filosofis dan businesslike kinerja perusahaan BUKANLAH DITENTUKAN OLEH KARYAWAN, melainkan PEMIMPINNYA!

Makanya saya merasa prihatin plus gregetan jika ketika hasil bisnis buruk, yang disalahkan dan dipecat adalah para Karyawan!

Ketika Pemimpin bisnis berkilah, “TENTU SAJA SALAH KARYAWAN, KARENA MEREKA TIDAK PRODUKTIF, TIDAK BERPRESTASI” atau kasarnya: malas dan bodoh!

Johanes Lim tetap tidak sependapat.

Karena menurut saya, seperti kata pepatah, “LIKE FATHER LIKE SON; atau yang serupa, JATUHNYA BUAH TIDAK JAUH DARI POHONNYA” maka andaikan benar para Karyawan tidak kompeten dan tidak kontributif terhadap hasil, TETAP SAJA YANG BERTANGGUNG JAWAB ADALAH PEMIMPINNYA! Kenapa Anda biarkan saja sampai menjadi bencana? Kenapa tidak Anda BINA dan koreksi sejak dini?

Ibaratnya, seperti ketika ada anak yang jorok ingusan ileran brandalan pengganggu dan bego misalnya; maka yang harus disalahkan adalah orangtuanya, KENAPA SAMPAI MEMBIARKAN ANAKNYA HIDUP AWUT AWUTAN  TIDAK BERGUNA?

Apakah orangtuanya tidak melihat keburukan yang kasat mata seperti itu?

Jika tidak melihat, lantas NGAPAIN AJA TUH ORANGTUA sampai tidak tahu hal menyolok mata seperti itu?

Kalau ternyata melihat dan mengetahui, NAMUN DO NOTHING, maka lebih parah lagi, kok ada orangtua model begitu?

Jadi Mitra Bisnis, maksud Johanes Lim adalah, TANGGUNG JAWAB ATAS KINERJA PERUSAHAAN adalah PADA PEMIMPINNYA. Itu sudah menjadi “TAKDIR” Anda, salah siapa mau menjadi Pemimpin?

Karenanya, supaya Anda tidak disalahkan dan atau dipermalukan dan atau dirugikan ketika hasil bisnis Anda buruk, akibat ulah ketidakmampuan dan atau ketidakmauan Karyawan mencapai target hasil; maka kembali ke GREAT LEADERSHIP LAW, bahwa tugas Pemimpin itu bukan menjadi SUPERMAN, melainkan menjadikan SUPERTEAM.

Jika Anda President Director, maka tugas pertama utama Anda adalah memilah memilih Board Of Directors yang mempunyai keunggulan kompetensi dan pengalaman yang tidak atau kurang Anda miliki; sehingga BERSAMA SAMA BISA MENGGABUNGKAN KEKUATAN AGAR SINERGIS MENJADI LOKOMOTIF menarik GERBONG mencapai tujuan secara presisi dan predictable.

Kemudian tugas BOD untuk merekrut dan memberdayakan Key Managers dan para Karyawan segala level yang mempunyai PASSION dan CHEMISTRY yang sama yakni yang         MERITOKRATIS, RESULT MINDED.

Pastikan untuk MELATIH DAN MEMBINA SEMUA SDM PERUSAHAAN ANDA agar mau dan mampu MERITOKRATIS, melakukan tugas dan mencapai hasil, secara presisi dan predictable

Dan, karena sekarang adalah jamannya REVOLUSI INDUSTRI 4.0, maka PASTIKAN bahwa semua SDM didalam perusahaan Anda, mulai Frontliner sampai BOD paham, mampu dan mau RIDING THE WAVE OF INDUSTRIAL REVOLUTION 4.0

Dengan begitu maka Johanes Lim berani memprediksi bahwa perusahaan Anda pasti mampu saing, mampu jual, mampu untung, mampu tumbuh; melawan siapa saja kapan saja dimana saja.

Pada waktu itu, tidak akan ada orang yang bisa menyangsikan bahwa ANDA ADALAH REALLY GREAT AND VISIONARY LEADER.

Detailnya bisa dipelajari di https://bit.ly/3e7L5yW

revolusi industri 4.0, industrial revolution 4.0, pakar revolusi industri 4.0, industry 4.0, radio bisnis pasfm, johanes lim, pakar revolusi industry 4.0, revolusi industry 4.0